Menuju konten utama

Alumni Bangga Anak Jadi WNA, LPDP Tegaskan Aturan Awardee

LPDP menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan secara adil dan konsisten terhadap seluruh awardee maupun alumni.

Alumni Bangga Anak Jadi WNA, LPDP Tegaskan Aturan Awardee
Logo LPDP. FOTO/lpdp.depkeu.go.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menanggapi polemik di media sosial terkait pernyataan salah satu alumninya, DS, yang mengaku bangga karena anaknya menjadi warga negara asing (WNA). LPDP menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan kepada para penerima beasiswa.

“LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulis LPDP dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun media sosial X, Jumat (20/2/2026) malam.

LPDP menegaskan bahwa setiap awardee dan alumni memiliki kewajiban untuk menjalankan masa pengabdian dengan berkontribusi di Indonesia. Kewajiban tersebut berlaku selama dua kali masa studi ditambah satu tahun, sesuai ketentuan yang berlaku dalam kontrak beasiswa.

Dalam kasus DS yang menempuh studi selama dua tahun, kewajiban kontribusinya adalah lima tahun.

“Saudari DS telah menyelesaikan studi S2 dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017, serta telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai ketentuan. Dengan demikian, LPDP tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan yang bersangkutan," ujar LPDP.

Meski perikatan hukum telah berakhir, LPDP menyatakan tetap akan melakukan komunikasi dengan DS. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral agar yang bersangkutan lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mempertimbangkan sensitivitas publik.

Selain DS, LPDP juga menyoroti status suami DS, AP, yang merupakan alumnus LPDP dan turut menjadi perhatian publik. LPDP menyebut AP diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi.

Saat ini, LPDP tengah melakukan pendalaman internal terhadap dugaan tersebut. LPDP memastikan akan memanggil AP untuk meminta klarifikasi sekaligus menindaklanjuti temuan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

“LPDP saat ini melakukan pendalaman internal terkait dugaan tersebut. LPDP akan melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi, serta akan melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa apabila terbukti bahwa kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi," tegas LPDP.

LPDP menegaskan komitmennya untuk menegakkan aturan secara adil dan konsisten terhadap seluruh awardee maupun alumni. Lembaga ini menyatakan akan terus menjaga integritas institusi agar dana pendidikan yang dikelola dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

“LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni, serta terus menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia," tutup LPDP dalam keterangannya.

Kontroversi awardee LPDP yang bangga anaknya menjadi WNA, mencuat usai ramai unggahan di media sosial berisi video seorang perempuan yang menyebut, "cukup saya WNI, anakku jangan".

Ucapan itu menuai kritik dan perdebatan publik karena dinilai bertentangan dengan semangat nasionalisme, terlebih beasiswa LPDP bersumber dari dana negara.

Video itu diunggah oleh seorang perempuan pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas. Dalam video itu, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang berisikan selembar surat dari Home Office Inggris.

Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku, kita buka ya," ujar seorang perempuan dalam video tersebut.

"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anaku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," lanjutnya.

Baca juga artikel terkait LPDP atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Penulis: Naufal Majid
Editor: Alfons Yoshio Hartanto