Menuju konten utama

Agustiar Sabran Jadikan Kalteng Pilot Project Edukasi Catur

Program ini akan segera diterapkan di tingkat provinsi pada jenjang SLTA.

Agustiar Sabran Jadikan Kalteng Pilot Project Edukasi Catur
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran mengintegrasikan filosofi olahraga catur ke dalam lingkungan pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). FOTO/dok.Diskominfo Kalteng
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui berbagai inovasi. Salah satu terobosan terbaru yang digagas Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran adalah mengintegrasikan filosofi olahraga catur ke dalam dunia pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Menurut Gubernur, catur bukan sekadar permainan atau olahraga biasa, melainkan sarana efektif untuk mengasah kemampuan berpikir analitis dan membentuk kedisiplinan generasi muda Bumi Tambun Bungai.

"Catur membuat pemain bisa berpikir selangkah atau bahkan beberapa langkah ke depan sebelum mengambil keputusan. Filosofi kedisiplinan dan analisa inilah yang perlu kita latih dan tanamkan sejak dini kepada anak-anak di Kalteng, supaya mereka terbiasa berpikir strategis dalam menghadapi kehidupan sehari-hari," ungkap Gubernur Agustiar Sabran saat diwawancarai di Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, Jumat (17/4/2026).

Gagasan ini semakin kuat setelah Agustiar Sabran baru saja terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) periode 2026–2030 pada Munas XXX di Jakarta beberapa hari lalu.

Sebagai Gubernur, ia memastikan program ini akan segera diterapkan di tingkat provinsi pada jenjang SLTA.

"Kalau saya selaku Gubernur akan langsung menerapkan hal ini di jenjang SLTA di Kalteng. Sementara selaku Ketum PB Percasi, untuk penerapan di seluruh Indonesia tentu perlu sinergi dan koordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait," ujarnya.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng menyambut baik arahan gubernur. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan siap menjadikan Kalteng sebagai pilot project nasional.

"Momentum terpilihnya Bapak Gubernur sebagai Ketum PB Percasi adalah titik awal di mana atensi terhadap pembinaan karakter melalui olahraga catur akan semakin dimaksimalkan. Tentu kita ingin Kalteng menjadi pilot project percontohan yang sukses," jelas Reza di tempat yang sama.” kata Reza.

Reza menambahkan bahwa pihaknya sedang mematangkan konsep agar catur bisa menjadi ekstrakurikuler wajib atau terintegrasi dalam kurikulum sekolah. Tujuannya bukan hanya melahirkan atlet catur berprestasi, tetapi lebih utama membentuk siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan terbiasa mempertimbangkan risiko sebelum bertindak.

"Akan kami siapkan segera. Kami ingin catur tidak hanya dipandang sebagai olahraga prestasi. Dengan bermain catur, ada banyak filsafat yang diajarkan, seperti critical thinking (kemampuan berpikir kritis) dan kebiasaan memikirkan risiko sebelum bertindak," tambah Reza.

Melalui program ini, Pemprov Kalteng berharap tercipta dampak berlipat ganda. Selain berpotensi melahirkan bibit-bibit Grandmaster catur yang mengharumkan nama daerah, yang terpenting adalah mencetak generasi muda disiplin, analitis, dan visioner guna mewujudkan Kalteng Makin BERKAH.

(JEDA)

Penulis: Tim Media Servis