tirto.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengaku pernah menemui pimpinan ritel besar di Tanah Air. Ia meminta para peritel besar tersebut agar tidak lagi mendirikan gerai di desa-desa.
Menurut Ferry, permintaan itu disampaikan agar penjualan barang ritel di desa nantinya hanya dilakukan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Saya pernah ketemu dengan yang punya ritel modern yang sebelah sana, saya bilang setop bikin ritel modern di desa," ucapnya dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 di Gedung IDN, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
"Biarkan di desa itu si Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang jualan ritel barang-barangnya," sambung dia.
Namun demikian, Ferry mengakui Kementerian Koperasi mengizinkan ritel besar untuk tetap menjual barang yang belum mampu diproduksi oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Nanti, kalau barang-barangnya ada sebagain di koperasi desa tidak mampu kami produksi, silakan teman-teman ritel sebelah boleh kok jual barang-barang itu," katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung alasan ritel besar di Indonesia masih lebih mudah ditemui dibandingkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurut Ferry, sebagian besar Koperasi Desa memang masih dalam proses pembangunan.
Kemenkop menargetkan pembangunan 26.000-27.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih rampung pada Maret atau April 2026. Ia meyakini masyarakat akan semakin banyak menjumpai Koperasi Desa dibandingkan ritel besar lainnya.
"Persentase penyelesaian bangunan fisiknya sekarang sudah ada yang di atas rata-rata 50 persen sih. Harapannya Maret atau April yang dibangun di tahap awal itu sudah selesai fisiknya, nah itu kelihatan langsung 26.000, 27.000. Kalau sudah selesai, kelihatan fisiknya [Koperasi Desa]," urai Ferry.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































