tirto.id - Sebanyak 9,5 hektare lahan di Sumatra Selatan (Sumsel) terbakar, Jumat (15/5/2026). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah titik ini berada di beberapa wilayah Sumsel.
Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, menyatakan kebakaran yang mencapai lebih dari 9 hektar itu diketahui lewat patroli udara lewat helikopter. Ia pun mengatakan kebakaran telah dipadamkan.
"Karhutla kemarin terjadi di tiga daerah dengan luasan 9,5 hektare, sudah dipadamkan helikopter water bombing," ungkap Sudirman, Sabtu (16/5/2026).
Sudirman menyatakan, kebakaran pada Jumat (15/5/2026) terjadi di tiga daerah, yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) seluas 3 hektare, Prabumulih dengan luas 2 hektare, dan Muara Enim terdapat 4,5 hektare.
Tim pun berhasil memadamkan dengan menyiram 64 ribu liter air per titik dengan menggunakan helikopter. Ia pun mengatakan, tim masih menelusuri penyebab munculnya kebakaran tersebut.
Di saat yang sama, Sudirman menyatakan Karhutla mengancam Sumsel. Setidaknya lima daerah masuk status siaga darurat karhutla karena langganan kebakaran, yakni Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.
"Sudah lima daerah yang berstatus siaga darurat karhutla, termasuk di tingkatan provinsi sendiri juga berstatus yang sama," kata Sudirman.
Sudirman mengaku, pemerintah pusat memberikan lima helikopter untuk upaya penanganan karhutla selama operasi siaga darurat karhutla di Sumsel.
"Ada dukungan lima helikopter, empat di antaranya water bombing dan satu patroli. Sekarang baru beroperasi satu water bombing satu patroli," kata Sudirman.
Sudirman mengatakan, pencegahan karhutla makin diintensifkan seiring semakin banyak hotspot yang tersebar di daerah-daerah rawan karhutla. Hingga 15 Mei 2026, hotspot di Sumsel sebanyak 155 titik.
Angka ini naik drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya. Pada April 2026, total hotspot terpantau berjumlah 150 titik, Maret 2026 sebanyak 107 titik, Februari sebanyak 54 titik, dan Januari 2026 terdapat 75 titik.
"Hotspot sekarang sudah bermunculan, menyebar di hampir setiap daerah, terutama lahan karhutla. Kondisi ini perlu ditangani di saat cuaca trik," pungkas Sudirman.
Masuk tirto.id
































