Menuju konten utama

9 Jemaah Haji RI Wafat, Mayoritas karena Jantung dan Radang Paru

Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan fasilitas badal haji.

9 Jemaah Haji RI Wafat, Mayoritas karena Jantung dan Radang Paru
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Maria Assegaf. (Youtube/Kementerian Haji dan Umrah RI)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah RI melaporkan sembilan jemaah haji Indonesia wafat hingga awal Mei 2026. Mayoritas kematian disebabkan oleh penyakit jantung dan radang paru-paru, di tengah suhu ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 42 derajat Celcius. Pemerintah memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan fasilitas badal haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, mengonfirmasi laporan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat selama masa operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai sembilan orang. Mayoritas kematian disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru.

“Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyampaikan kabar duka. Innalillahi wa innailaihi raji’un. Pada hari Ahad, 3 Mei 2026, terdapat dua jemaah yang wafat di Madinah,” kata Maria dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui akun Youtube Kementerian Haji dan Umrah RI, Senin (4/5/2026).

Maria menyebut bahwa dua jemaah yang wafat tersebut adalah Sudarto Marto Prawiro (73), jemaah kloter JKT-14 asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan Yunilis Mu’in (73), jemaah kloter PDG-07 asal Kota Bukittinggi, Sumatra Barat.

“Hingga saat ini, total jemaah yang wafat sebanyak 9 orang. Sebagian besar disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru,” ujarnya.

Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan badal haji. “PPIH insya Allah menjamin badal haji bagi seluruh jemaah yang wafat,” ujar dia.

Di sisi lain, kondisi kesehatan jemaah secara umum disebut tetap terpantau. Berdasarkan data terkini, sebanyak 8.575 jemaah menjalani rawat jalan. Selain itu, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 172 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Namun, hingga saat ini, tambahnya, jumlah jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 58 orang. Ia pun menegaskan bahwa layanan kesehatan bagi jemaah terus dioptimalkan di berbagai titik layanan.

“Jadi secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan layanan medis secara optimal, baik di tiap kloter, tiap sektor, maupun fasilitas kesehatan di tempat rujukan,” ujarnya.

Sementara itu, proses operasional haji disebut berjalan lancar. Hingga 3 Mei 2026, sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan total 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah telah tiba di Madinah. Adapun pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung secara bertahap.

“Hingga kini, sebanyak 52 kloter dengan 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah umrah wajib serta persiapan menuju ke puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” kata Maria.

Pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat suhu di Arab Saudi saat ini cukup tinggi. Oleh karena itu, jemaah diimbau menggunakan pelindung seperti payung, topi, masker, serta rutin mengonsumsi air minum untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan selama menjalankan ibadah.

“Kami juga ingin mengingatkan mengingat saat ini suhu di wilayah Makkah dan Madinah cukup tinggi. Pada siang hari berkisar antara 39 hingga 42 derajat Celcius,” ujar Maria.

Baca juga artikel terkait JEMAAH HAJI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Siti Fatimah