Menuju konten utama

9 Fakta Pembunuhan Mbah Eddy Bos Bengkel di Purwokerto

Pembunuhan Mbah Eddy, bos bengkel di Purwokerto, mulai terkuak. Ada dugaan sang istri menjadi tersangka utama karena urusan asmara dengan selingkuhan.

9 Fakta Pembunuhan Mbah Eddy Bos Bengkel di Purwokerto
Ilustrasi pembunuhan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepolisian menangkap tiga pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Mbah Eddy pemilik bengkel di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penangkapan itu dilakukan setelah sebelumnya polisi menetapkan istri korban sebagai tersangka utama.

Ketiga terduga pelaku ditangkap di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polresta Banyumas. Polisi belum mengungkap peran masing-masing tersangka karena proses penyidikan masih berlangsung.

Sebelumnya, hasil penyelidikan mengarah pada dugaan bahwa pembunuhan dilakukan secara terencana. Motif sementara terkait dengan keinginan tersangka utama untuk menjalin hubungan dan menikah dengan pria lain.

Fakta-fakta Pembunuhan Mbah Eddy Purwokerto

Berikut fakta-fakta yang terungkap sejauh ini dalam kasus pembunuhan Mbah Eddy bos bengkel di Purwokerto:

1. Korban adalah pemilik bengkel yang ditemukan tewas di rumahnya

Korban bernama Eddy Yono Subagyo (67) atau dikenal sebagai Mbah Eddy. Ia bos bengkel di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Eddy ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Sabtu (27/6/2026) dini hari. Saat ditemukan, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan terdapat darah yang mengalir dari telinga.

2. Polisi menetapkan istri korban sebagai tersangka utama

Hasil penyelidikan Polresta Banyumas menetapkan istri korban, Ifaryanti alias Yanti (61), sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah polisi mengumpulkan alat bukti yang cukup dan memeriksa sejumlah saksi.

Penyidik menyimpulkan, Yanti diduga menjadi pihak yang merencanakan pembunuhan terhadap suaminya meskipun tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan aksi pembunuhan.

3. Pembunuhan diduga telah direncanakan sebelumnya

Polisi memastikan bahwa kasus ini bukan merupakan tindakan spontan. Berdasarkan hasil penyelidikan, pembunuhan terhadap korban telah dipersiapkan sebelumnya dengan melibatkan beberapa orang lain. Peran istri korban disebut sebagai perencana yang bekerja sama dengan pelaku lain untuk menghilangkan nyawa korban.

4. Motif sementara, istri Eddy diduga ingin menikah dengan pria lain

Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengungkapkan, motif sementara pembunuhan berkaitan dengan keinginan tersangka untuk mengakhiri rumah tangganya. Ia menjalin hubungan serta ingin menikah dengan pria lain.

5. Tiga pria yang diduga sebagai komplotan ditangkap di Banten

Setelah menetapkan istri korban sebagai tersangka, polisi kembali menangkap tiga pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ketiganya ditangkap di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dengan penangkapan tersebut, jumlah orang yang telah diamankan dalam kasus pembunuhan ini menjadi empat orang. Namun, polisi belum mengungkap secara rinci peran masing-masing tersangka karena pemeriksaan masih berlangsung.

6. Istri korban sempat meminta warga agar tidak melapor ke polisi

Sebelum kasus ini terungkap sebagai pembunuhan, Yanti diduga meminta kepada tetangga dan Ketua RT agar kematian suaminya tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Ia meminta jenazah korban segera dimandikan dan dimakamkan dengan alasan proses hukum akan menjadi panjang apabila polisi mengetahui kejadian tersebut. Sikap tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang memunculkan kecurigaan warga.

Ketua RT setempat yang melihat kondisi korban menyatakan terdapat memar di kepala serta darah keluar dari telinga korban. Luka-luka tersebut dinilai tidak lazim apabila korban meninggal karena sebab alami, sehingga warga menduga kuat telah terjadi tindak kekerasan.

7. Laporan kehilangan sepeda motor memunculkan kejanggalan

Awalnya, istri korban hanya menyampaikan bahwa sepeda motor milik suaminya hilang. Namun, warga kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi tanpa sepengetahuan Yanti.

Saat penyelidikan berlangsung, polisi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk kondisi garasi yang masih terkunci. Alhasil dugaan pencurian kendaraan dinilai sebagai upaya mengalihkan perhatian atau merekayasa keadaan.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, tidak terdengar suara gaduh maupun pertengkaran dari rumah korban sebelum jasadnya ditemukan. Korban diketahui tinggal hanya berdua dengan istrinya, sementara kedua anaknya tinggal di luar daerah yaitu di Kalimantan dan Temanggung.

8. Polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan rekaman CCTV

Sejak awal penanganan perkara, penyidik memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Hasil penyelidikan tersebut akhirnya mengarah pada dugaan pembunuhan berencana. Polisi mengungkap keterlibatan istri korban beserta tiga pria lain yang diduga menjadi pelaku eksekusi.

9. Kasus masih terus dikembangkan oleh penyidik

Meskipun empat tersangka telah diamankan, polisi menegaskan bahwa proses penyidikan belum selesai. Pemeriksaan terhadap tiga pria yang baru ditangkap masih berlangsung untuk mengungkap peran masing-masing, kronologi lengkap pembunuhan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan tindak pidana tersebut.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar