Menuju konten utama

77 Juta Pelanggan KRL Rangkasbitung, KAI Perkuat Elektrifikasi

Penguatan tersebut memungkinkan layanan KRL mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta sehingga kapasitas lebih besar dan perjalanan lebih nyaman.

77 Juta Pelanggan KRL Rangkasbitung, KAI Perkuat Elektrifikasi
Warga menunggu kereta melintas di Kampung Gaga, Kalideres, Jakarta, Selasa (2/9/2025). ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan pelanggan lintas Rangkasbitung dari 43,3 juta (2022) menjadi 77,5 juta (2025). KAI pun berupaya meningkatkan layanan kereta dengan elektrifikasi 72,7 km hingga tarif murah dari jalur Tanah Abang-Merak dengan jumlah penumpang Januari hingga Maret 2026 telah mencapai 20.197.205 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa penguatan layanan di lintas ini merupakan hasil kolaborasi salah satunya bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI.

“Elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung saat ini telah mencapai 72,769 km track dengan jalur ganda. Pengembangan ini berjalan bersama DJKA Kementerian Perhubungan, termasuk peningkatan prasarana dan kecepatan perjalanan KRL,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

Penguatan tersebut memungkinkan layanan KRL mengoperasikan rangkaian hingga 12 kereta (SF 12), meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 8 hingga 10 kereta dalam satu rangkaian. Kapasitas angkut menjadi lebih besar, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman bagi para pelanggan.

Pengembangan prasarana dan operasional terus dilakukan, termasuk penyempurnaan jaringan elektrifikasi. Perbaikan ini berkontribusi pada pengaturan jarak antar perjalanan yang semakin efisien, sehingga frekuensi perjalanan meningkat dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat.

Di sisi lain, pergerakan masyarakat pada lintas Rangkasbitung–Merak juga terus bertumbuh. Pada 2023, layanan KA lokal melayani 3.617.478 pelanggan, meningkat menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 4.463.498 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 1.134.514.

Lintas ini juga menghadirkan layanan Kereta Petani Pedagang yang pada Triwulan I 2026 telah melayani 11.349 pelanggan. Layanan ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang membawa hasil pertanian untuk dijual.

“Pergerakan masyarakat di lintas ini terus tumbuh dan saling terhubung. Pengembangan ke depan diharapkan membuka akses yang lebih luas, mendorong tumbuhnya kawasan hunian yang lebih terintegrasi, memperkuat aktivitas industri dan distribusi, serta mendukung konektivitas pariwisata hingga ke kawasan pesisir dan lintas pulau,” lanjut Anne.

Saat ini, masyarakat dapat menempuh perjalanan dari Tanah Abang menuju Merak dengan tarif yang sangat terjangkau. KRL Commuter Line relasi Tanah Abang–Rangkasbitung dikenakan tarif Rp8.000, lalu dilanjutkan dengan KA Lokal Rangkasbitung–Merak dengan tarif Rp3.000.

Dari Stasiun Merak, perjalanan dapat diteruskan menggunakan kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni. Tarif kapal reguler berada di kisaran Rp23.000 per orang, sementara kapal ekspres sekitar Rp85.000 per orang.

Rangkaian perjalanan ini menghadirkan akses lintas pulau yang semakin mudah dijangkau. Setibanya di Bakauheni, perjalanan dapat dilanjutkan ke berbagai destinasi di Lampung, mulai dari pantai dengan pasir yang bersih, suasana pesisir yang tenang, hingga ragam kuliner khas seperti seruit dan olahan hasil laut.

“Kereta api menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang terus bergerak, dari kawasan perkotaan hingga terhubung ke wilayah lain. Harapannya, konektivitas ini dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan dalam bepergian,” tutup Anne.

Baca juga artikel terkait RUTE KRL atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher