tirto.id - Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) melakukan aksi mogok kerja dan konvoi dari wilayah Sidoarjo hingga Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (19/6/2025). Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap penerapan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) yang mengatur tentang over dimension over load (ODOL).
"Kami meminta UU ODOL untuk dicabut sebagaimana penerapan kebijakan ODOL dilakukan tanpa mempertimbangkan realita sopir di lapangan," kata Koordinator II GSJT, Angga Firdiansyah, di Sidoarjo, Kamis.
Angga menegaskan bahwa para sopir tidak ingin menyalahi aturan dengan mengangkut barang hingga kelebihan muatan.
Namun menurutnya tuntutan pasar dan industri memaksa para sopir untuk membawa barang-barang di luar kapasitas truk sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur tentang kendaraan ODOL.
Menurut Angga, para sopir merasa tidak memiliki solusi alternatif terhadap penerapan aturan tersebut sementara pasar dan industri belum mampu beradaptasi dengan peraturan terkait.
Angga menyebut, dalam tuntutan GSJT meminta agar pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh dan membuka ruang dialog dengan pelaku di lapangan. Mereka juga menuntut pemerintah memperhatikan regulasi tarif logistik, kesejahteraan sopir, dan perlindungan hukum.
"Selama ini masalah hukum selalu menjadi beban sopir. Kami ingin pemerintah beri perlindungan hukum, karena Indonesia belum siap menjalankan aturan ODOL secara utuh,” kata Angga.
Menurut Angga aksi tersebut diikuti oleh sekitar 700 sopir truk dan pikap muatan yang berangkat dari titik kumpul di kawasan Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur. Massa kemudian bergerak menuju kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur, dan dilanjutkan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, hingga Kantor Gubernur Jatim di Surabaya.
Hingga berita ini ditulis ratusan masa tersebut masih memadati wilayah Bundaran Waru untuk menuju Kantor Dishub Jatim di Jalan Frontage Ahmad Yani Surabaya.
Dikutip dari Antara, kemacetan akibat aksi konvoi tersebut terjadi di sejumlah titik terutama dari pertigaan Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo hingga Kecamatan Krian, Sidoarjo yang jaraknya mencapai belasan kilometer.
Masuk tirto.id






























