Menuju konten utama

4.531 Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa Buruh di DPR Besok

Kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan lancar saat aksi demonstrasi.

4.531 Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa Buruh di DPR Besok
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/6/2025). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Polda Metro Jaya menurunkan 4.531 personel gabungan untuk pengamanan aksi unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR RI, Jakarta, besok (28/8/2025). Aksi demo itu diklaim akan diikuti 10.000 massa.

“Ribuan personel itu terdiri atas 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel Polres jajaran,” tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan resmi, Rabu (27/8/2025).

Dia mengatakan, jajarannya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan lancar saat aksi demonstrasi. Namun, rekayasa lalu lintas itu berlaku secara situasional.

“Jika massa yang hadir cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, maka arus lalu lintas akan dialihkan. Namun bila masih memungkinkan berbagi jalan dengan masyarakat lain, maka tidak dilakukan pengalihan,” ujar Ade.

Dia menjelaskan, pihaknya juga mengantisipasi apabila ada massa yang masuk ke ruas Tol Dalam Kota. Jika itu terjadi, polisi akan segera mengalihkan arus kendaraan agar pengguna jalan tidak terjebak di tengah kerumunan.

Jika terjadi kepadatan atau gangguan di tol, kata Ade, para pengendara akan mengarahkan ke pintu exit tol depan Polda Metro Jaya, di exit Tegal Parang, serta dari arah barat di exit Slipi. Hal ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Ade Ary mengimbau, para pengunjuk rasa agar menyampaikan pendapat dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Dia juga mengingatkan massa aksi agar tidak memaksakan diri masuk ke ruas tol karena dapat membahayakan keselamatan.

“Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai, sesuai aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan,” kata dia.

Di sisi lain, Ade Ary menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan akibat rekayasa lalu lintas yang mungkin diberlakukan. Namun, hal ini diberlakukan sebagai langkah untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran bersama.

“Kami mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar kawasan DPR untuk mencari rute alternatif dan selalu mengikuti informasi terkini arus lalu lintas melalui akun resmi media sosial TMC Polda Metro Jaya,” ungkap dia.

Baca juga artikel terkait DEMO DPR atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher