Menuju konten utama

3.093 Personel Polisi Dikerahkan Jaga Demo BEM UI di Mabes Polri

Aksi demo BEM UI ini berkaitan dengan kasus tewasnya siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14).

3.093 Personel Polisi Dikerahkan Jaga Demo BEM UI di Mabes Polri
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan perkembangan penanganan peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara, di Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Ribuan personel kepolisian dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, siang nanti. Aksi ini berkaitan dengan kasus tewasnya siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14).

“Pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di depan publik yang akan dilaksanakan di hari Jumat, 27 Februari 2026, kira-kira pukul 13.00 setelah salat Jumat, dari elemen mahasiswa. Polda Metro Jaya menurunkan personel lebih kurang 3.093 personel,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Menurut dia, kawasan Mabes Polri berdekatan dengan sejumlah objek vital nasional, mulai dari kantor PLN hingga pusat aktivitas masyarakat, sehingga pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan normal. Namun, penyampaian pendapat ini dipastikan akan dikawal karena merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang.

“Kami tekankan bahwa Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menjamin perlindungan pendapat yang disampaikan oleh elemen mahasiswa ini tersampaikan dengan baik, dan itu dilindungi oleh undang-undang. Kami menjamin itu,” tutur dia.

Dia mengingatkan, peserta aksi diharapkan tetap berlangsung damai, tertib, dan tidak terprovokasi. Terlebih, diyakini mahasiswa sebagai kelompok terdidik mampu menyampaikan kritik secara substantif tanpa terprovokasi pihak-pihak yang ingin menunggangi situasi.

Polda Metro Jaya pun akan menerapkan skema rekayasa lalu lintas secara situasional. Di sekitar Mabes Polri, seperti jalan Trunojoyo, Pattimura, Raden Patah 1, Hasanudin Sultan, dan jalan lain yang dipadati massa akan dilakukan pengalihan.

“Kami tidak ingin kegiatan rutin masyarakat ini terganggu, terdampak, hingga menimbulkan rasa keresahan masyarakat. Sudah dilokalisasi untuk melaksanakan aksi di tempat tertentu, sehingga menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujar dia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dalam apel gelar pasukan pun memberikan arahan kepada personel pengamanan. Dia menekankan agar pengamanan dilakukan tidak dengan arogansi dan agresif.

Asep menekankan, pengamanan harus dilakukan dengan satu komando di bawah Perwira Pengendari dari tingkat Pamen. Penggunaan gas air mata dan pasukan huru-hara hanya boleh setelah adanya perintah Kapolda.

"Dan saya tegaskan, tidak ada yang menggunakan senjata api. Ya, saya tegaskan, tidak ada yang menggunakan dan membawa senjata api. Siapa pun yang melanggar, akan saya tindak," ucap Asep.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama