tirto.id - Hari ini 29 Agustus memperingati hari apa adalah salah satu pertanyaan tengah banyak menyelimuti masyarakat Indonesia. Lantas, apakah benar tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)?
Tanggal 29 Agustus termasuk tanggal yang memiliki beberapa perayaan penting baik nasional maupun internasional. Bahkan, di hari tersebut terdapat momentum bersejarah yang memiliki peran penting bagi kehidupan di masa depan.
Di Slovakia, tanggal 29 Agustus menjadi momentum paling bersejarah lantaran di hari tersebut meletusnya aksi Pemberontakan Nasional Slovakia yang terjadi pada 29 Agustus 1944. Pada masa tersebut, rakyat Slovakia bangkit melawan pendudukan pasukan Jerman saat era Perang Dunia II masih bergejolak.
Selain itu, di tanggal yang sama, terdapat perayaan penting lainnya yakni Hari Hak Individu. Perayaan tersebut mengacu pada hari lahir filsuf besar asal Inggris, John Locke, yang dijuluki juga sebagai The Father of Liberalism. Locke mengungkapkan bahwa setiap manusia memiliki hak asasi yang tidak boleh diganggu gugat.
Kemudian, di tahun 2010 lalu, Majelis Umum PBB melalui resolusi sidang ke-64 yang digelar pada 2 Desember 2009, menetapkan tanggal 29 Agustus sebagai peringatan Hari Internasional Menentang Uji Coba Nuklir.
Tak hanya menjadi peringatan internasional, tanggal 29 Agustus juga menyimpan nilai sejarah penting bagi Indonesia, yakni sebagai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lalu, seperti apa sejarah penetapannya? Simak ringkasannya berikut.
Kapan Ultah DPR & Bagaimana Sejarahnya?
Sesuai ulasan sebelumnya, ultah DPR diperingati setiap tanggal 29 Agustus. Di tahun ini, perayaan HUT DPR bertepatan dengan perayaan ke-80, atau sama dengan usia peringatan HUT Republik Indonesia (RI).
Selain berfungsi sebagai lembaga legislasi dan anggaran, DPR juga memiliki tugas utama sebagai lembaga pengawasan atas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan sejumlah lembaga negara lainnya.
Pembentukan DPR sebenarnya telah ada sejak era penjajahan kolonial Belanda dulu, tepatnya pada tahun 1916. Namun, di bawah pendudukan Belanda, DPR saat itu bernama Volksraad. Badan ini kemudian tidak diakui lagi setelah masa penjajahan Belanda berakhir.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, sistem parlemen baru kemudian mulai dibentuk, termasuk pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Komite ini kemudian diakui sebagai cikal bakal lahirnya lembaga parlemen lainnya di Indonesia, termasuk DPR.
Masa peralihan parlemen baru itu terjadi pada 29 Agustus 2025, yang sekaligus menjadi cikal bakal terbentuknya DPR untuk pertama kali. Maka itu, tanggal tersebut ditetapkan juga sebagai Hari Ulang Tahun DPR RI.
Tahun ini, HUT DPR bertepatan dengan peringatan ke-80 tahun lembaga tersebut. Namun, di tengah perayaan tersebut, DPR justru tengah menjadi sorotan publik.
Sejak periode 2024-2029, anggota DPR mendapatkan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta perbulan. Ini merupakan kompensasi karena wakil rakyat tidak lagi mendapat rumah jabatan. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, yang menyebutkan, tidak ada kenaikan gaji pokok anggota dewan. Yang ada adalah pengalihan fasilitas rumah menjadi tunjangan.
Namun, dengan tunjangan perumahan demikian, total pendapatan anggota DPR akan lebih besar. Hal itu tentunya menuai polemik di tengah kondisi masyarakat Indonesia saat ini masih banyak membutuhkan lapangan pekerjaan. Tak hanya itu, tidak sedikit publik yang membandingkannya dengan gaji guru honorer yang tak kunjung diperhatikan pemerintah.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































