tirto.id - Netizen dan sejumlah tokoh publik, seperti Tom Lembong, Jerome Polin, dr. Tirta, hingga Ganjar Pranowo, ramai menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), yang berpulang setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Pejompongan, Jakarta, pada Kamis (28/8) malam. Video kejadian ini viral dan memicu gelombang simpati luas di media sosial (medsos).
Affan Kurniawan, warga Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, dinyatakan meninggal dunia karena luka berat yang dideritanya usai dilindas mobil barakuda rantis Brimob. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kemudian tiba di rumah duka di Menteng pada Jumat (29/8) dini hari.
Terkait peristiwa tragis yang menimpa Affan Kurniawan ini, 7 anggota Brimob Polda Metro Jaya telah menjalani proses pemeriksaan di Propam Polri. Identitas mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.
"Pelaku sudah diamankan, sudah kami lakukan pemeriksaan gabungan dari Propam Mabes dan Brimob Polri. Pemeriksaannya dilakukan di Kwitang karena anggota tersebut kesatuannya adalah Brimob Polda Metro Jaya," terang Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, dalam konferensi pers pada Jumat (29/8) dini hari.
Meninggalnya Affan Kurniawan usai dilindas rantis Brimob, memicu respons mendalam dari rakyat Indonesia. Berbagai ungkapan duka di medsos mengalir untuk Affan, menggambarkan solidaritas dan keprihatinan luas dari berbagai pihak.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Ia menyatakan bakal mengusut tuntas kasus tersebut.
“Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut ... Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar Ojol,” ungkapnya kepada wartawan.
Rangkaian Ucapan Atas Meninggalnya Affan Kurniawan Driver Ojol Yang Dilindas Polisi
Netizen dan tokoh publik menyuarakan pendapat mereka melalui media sosial, termasuk Instagram, terkait peristiwa tragisi ini. Ekspresi tersebut menunjukkan betapa mendalamnya empati masyarakat terhadap Affan Kurniawan.
Sejumlah figur publik yang selama ini aktif menyuarakan isu sosial, tidak hanya mengucapkan duka cita. Mereka juga menekankan pentingnya penegakan hukum dan transparansi.
Salah satunya Pasha Ungu, anggota DPR yang datang langsung ke rumah duka. Melalui akun Instagramnya, Pasha menuliskan caption, “Selamat jalan syahid Affan Kurniawan. Patah hati ini ya Allah. Patahnya hati ini… Ditabahkan keluarga yang ditinggalkan, dikuatkanlah sahabat yang mendoakan, diterangkanlah kubur bagi sang pejuang. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Surga menantimu, de."
Gofar Hilman melalui akun Instagram, mengulas mobil barakuda, sembari berkomentar, "Ketika menghalau massa, gue yakin mereka (massa) tidak membawa granat dan peluru. Pertanyaan gua, kenapa harus ngebut? Semoga Indonesia kita baik-baik saja. Amin."
Sementara itu, influencer dr. Tirta mengunggah foto hitam di Instagramnya, dengan caption, "Turut berduka bagi keluarga korban, dan pelaku harus segera diurus. Karena tindakannya sangat kejam. Apa esensinya coba, menerobos massa sebanyak itu pake mobil segedhe itu. Mana pas udah tau melindas, tetap gas pol?"
Jerome Polin, kreator konten, menyatakan, "Bayangin duit pajak kita dipake buat beli mobil yang ujung-ujungnya ngelindes kita. Duit pajak dipake buat mengaji orang-orang yang menindas kita. Ironis."
Kemal Palevi, komika, membuat caption di Instagram, "para petinggi-petinggi ini cuma bakal minta maaf: soalnya, mereka tau, kita bangsa pemaaf. Pemaaf, dan mudah lupa."
Tom Lembong juga menyampaikan duka cinta melalui akun Instagramnya, "Ada media yang bilang: Mas Affan baru usia 21 tahun. Saya nggak bisa membayangkan rasa shock, kepedihan dan rasa kehilangan keluarga Mas Affan. Saya turut amat sangat berduka cita atas tragedi ini. Semoga Tuhan Allah mengayomi kita semua."
Politisi PDI-P, Ganjar Pranowo, menunggah gambar seseorang yang tengah duduk merenung dengan ucapan "Innalillahi wainnaillaihi rojiun".
Kreator konten Ferry Irwandi, menyatakan, "Jangan ada pembelaan lagi, jangan ada pembelokan lagi, adili secepatnya. Jangan sampaai sedikitpun ada kejanggalan atau ruang pembelaan atau perlindungan ... kita semua melihat! Kita benar-benar melihat."
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































