25 Tahun Nevermind

Oleh: Sabda Armandio - 25 September 2016
Dibaca Normal 3 menit
Tanggal 24 September 25 tahun lalu, sebuah album yang mengubah dunia dirilis. Nevermind membuat Nirvana berhasil menggeser Raja Pop Michael Jackson dari puncak tangga Billboard. Dan lebih dari 20 tahun setelah kematiannya, Cobain masih menangguk puluhan juta dolar.
tirto.id - The lyric sheet's so hard to find. What are the words? Oh, nevermind...
-"Smells Like Nirvana” dari 'Weird Al' Yankovic

Zakheus si Pemungut Bea hanya mampu melihat barisan bahu. Pandangannya terhalang kerumunan. Hari itu barangkali ia menyesal mengapa ia menghabiskan nyaris separuh hidupnya untuk membangun reputasi buruk sebagai antek Romawi ketimbang berolahraga supaya memiliki tubuh yang sedikit lebih tinggi.

Didorong rasa penasaran, ia berlari membelah kerumunan orang-orang Yerikho menuju pohon ara lalu menaikinya. Ia hanya perlu sabar hingga Yesus Sang Juru Selamat lewat di depannya, dan membuat orang-orang yang membencinya patah hati.

Sebagai pegawai VECA Electrical Contractors teladan, Gary Smith si Ahli Listrik sudah segar bugar pagi itu. Sebuah rumah di kawasan Lake Washington mengalami masalah pada sistem keamanannya. Tidak seperti Zakheus, Gary tidak bisa memilih: kalau perusahaan memintanya memasang perangkat kelistrikan di puncak Menara Eiffel, maka ia harus memanjatnya.

Untungnya pagi itu ia hanya diminta bekerja di rumah dua tingkat yang hanya cukup tinggi untuk melihat-lihat puncak pohon di sekitaran danau Washington, dan rumah tetangga, dan jendela, dan sebuah maneken terbaring di lantai, dan shotgun, dan darah. Tetapi sebuah maneken tidak mengeluarkan darah dan jarang ada maneken yang membaringkan senapan di dada, kecuali pemiliknya memiliki hobi aneh.

Dengan tidak sabar ia menelepon bosnya lalu, alih-alih menelepon polisi, ia menelepon radio KXRX-FM, baru kemudian ia menelepon polisi. Barangkali Gary tidak tahu panggilan teleponnya pagi itu termasuk satu dari beberapa panggilan telepon yang bikin patah hati.

"Dia sepertinya orang yang tidak peduli apa kata orang dan kupikir, satu dan lain hal, sikap seperti itu keren karena kebanyakan orang terlalu ambil pusing apa yang orang lain pikirkan," ujar seorang pemuda New York bertopi merah saat disodori mikrofon oleh reporter MTV 'A Week In Rock' di tahun 1994.

Ia baru saja dimintai tanggapannya mengenai kematian Kurt Cobain yang mayatnya ditemukan oleh Gary si Ahli Listrik. Tentu Gary si Ahli Listrik tak bermaksud melukai siapapun hari itu, meski yang terjadi sebaliknya.

Tidak ada data pasti mengenai berapa banyak pemuda yang patah hati hari itu. Cakupannya terlalu luas: di setiap negara yang punya televisi dan menyediakan saluran MTV. Tetapi, hampir pasti, kesedihan mereka bermula dari peristiwa tanggal 24 September 1991.

Setidaknya ada tiga peristiwa dunia yang terjadi di tanggal 24 September: Muhammad dan para pengikutnya hijrah dari Mekah ke Madinah di tahun 622 Masehi; perusahaan motor raksasa, Honda Motor Company, Ltd berdiri di tahun 1947 dan mengubah gaya hidup orang-orang di negara dunia ketiga puluhan tahun kemudian; dan trio dari Aberdeen, kota kecil dekat samudera Pasifik berjarak 82,15 mil dari Seattle, melepas album di bawah bendera mayor label pertama mereka, Nevermind, di tahun 1991 yang kelak akan lebih dikenang daripada penemuan mayat seorang mafia bernama Robert Donati di hari dan negara yang sama.

Sekitar dua minggu sebelumnya wabah Nevermind sudah diperkenalkan. Sebuah single yang judulnya lebih cocok untuk tagline produk kolonye remaja di negeri tropis, "Smells Like Teen Spirit", diperdengarkan ke khalayak MTV. Video yang diramaikan penggemar awal Nirvana dan beberapa penari kelab strip yang disulap menjadi pemandu sorak sukses membuat single itu menyempil di nomor 40 di pekan 100 single terpanas Billboard tanggal 7 Desember 1991.

Minggu selanjutnya lagu itu merangkak ke posisi 23, lalu tidak bergerak di posisi 17 selama dua minggu sebelum akhirnya naik lagi ke posisi 13 beberapa hari setelah tahun baru dan mengamankan posisi 6 pada tanggal 11 Januari 1992.

Single yang kelewat bersemangat tadi merupakan lagu pembuka album Nevermind. Album itu sendiri meroket. Enam belas hari setelah peluncuran, album itu mendarat di posisi 144 chart Billboard 200 dan terjual 6.000 kopi di minggu pertamanya (data Nielsen Music), dan hanya perlu waktu 3 minggu bagi Nevermind untuk menembus 40 besar chart Billboard 200.

Dan sebelum orang-orang merobek tanggal 30 Oktober di kalender, album itu sudah terjual 500.000 kopi. Belum cukup sampai di situ, sebelas hari setelah perayaan tahun baru 1992 album itu menendang Michael Jackson dari puncak chart. Sang Raja Pop mungkin menggerutu dalam hati: "Sialan. Bagaimana bisa tiga remaja teler yang cuma bisa teriak 'I don't care, I don't care, I don't care' bisa lebih populer dari lagu semulia 'Heal the World'? Ada yang salah dengan orang-orang hari ini."

Nevermind menghabiskan 225 minggu di tangga album Billboard 200, sebelum akhirnya Garth Brooks menariknya dengan tali koboi.

"Mereka sama sekali tidak berbakat, dan mereka menulis lagu-lagu sampah," ujar Kurt, yang nampak bersungguh-sungguh dengan kalimatnya. Pernyataan itu dialamatkan kepada Guns 'n Roses saat ia ditanyakan hal yang ia sukai dari Guns 'N Roses dalam sesi wawancara oleh Kevin Allman.

Ia bahkan menulis di liniernotes album Incesticide (album setelah Nevermind): “Kalau kau seorang rasis, seksis, homofobik, kami tidak ingin kau membeli album kami.” Karena saat Nevermind muncul, GNR sudah lebih populer dan Nirvana enggan disama-samakan dengan GNR yang menurut Kurt rasis, seksis, dan homofobik.



Dan, seperti yang sudah-sudah, orang cenderung akan mengenang mereka yang banyak gaya: Dari Elvis hingga Eminem, dari John Lennon hingga Aa Gatot Brajamusti. Meski Kurt Cobain dalam satu kesempatan pernah berujar bahwa ia hanya ingin lebih besar dari Sonic Youth, pada praktiknya hanya butuh 9 minggu bagi Nevermind untuk menjual 1 juta kopi, angka yang sama dengan jumlah teriakan "a denial" di dalam lagu "Smells Like Teen Spirit."

Tetapi teriakan itu tak mengubah apa-apa, bahkan jika Cobain mengulang frasa 'a denial' sebanyak 99 kali di dalam hati, toh, ia tetap populer.

Jika Epstein, dengan keahliannya di bidang strategi pemasaran dan gaya disiplin militeristiknya, membuat The Beatles seterkenal Big Bang dan G-Dragon hari ini, maka Kurt Cobain membuat Nirvana kondang dengan semangat kemasabodohan dan pembangkangannya.

Ia mungkin tidak berpikir bahwa pembangkangan ternyata sangat laku di pasaran dan bahkan setelah ia mati ia masih memiliki penghasilan yang totalnya mencapai $50 juta pada 2006 dan memuncaki daftar Top-earning Dead Celebrities versi majalah Forbes. Album Nevermind memang mengubah banyak hal, dari kehidupan si musisi hingga budaya remaja setelahnya. Meski begitu, sungguh tak sulit membayangkan dunia tanpa kehadiran album Nevermind: orang-orang akan tetap mencari dan menemukan idola lain dengan cara yang lain.

Mayat Kurt Cobain yang semula dikira maneken oleh Gary Smith sudah terbaring di sana selama tiga hari, menurut laporan kepolisian ia diperkirakan tewas tanggal 5 April 1994. Tapi orang-orang tidak perlu khawatir: 8 hari setelah Kurt meninggal, seorang bayi di belahan dunia lain lahir. Ia diberi nama Viviyona Apriani. Bayi ini akan tumbuh dan saat memasuki usia remaja ia akan masuk grup JKT48. Dunia tak akan kehabisan stok idola.

Baca juga artikel terkait NIRVANA atau tulisan menarik lainnya Sabda Armandio
(tirto.id - Indepth)

Reporter: Sabda Armandio
Penulis: Sabda Armandio
Editor: Maulida Sri Handayani
Artikel Lanjutan