Menuju konten utama

2 Delegasi GPCI dari Dompet Dhuafa Ikut Ditawan Tentara Israel

Mereka berdua merupakan penumpang kapal Zefiro yang kini masih berada di bawah penahanan Israel.

2 Delegasi GPCI dari Dompet Dhuafa Ikut Ditawan Tentara Israel
Tangkapan Layar Pemantau Kapal GSF yang didatangi Tentara Israel. youtube/Global Sumud Flotilla

tirto.id - Dua delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia dari Dompet Dhuafa, yaitu Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu, ikut dicegat dan ditawan oleh tentara Zionis Israel. Mereka berdua merupakan penumpang kapal Zefiro yang kini masih berada di bawah penahanan Israel.

"Mohon doa dan dukungan dan sampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk bertindak membebaskan seluruh delegasi Indonesia yang diculik Zionis Israel," dikutip dari pernyataan Dompet Dhuafa di Instagram, Selasa (19/5/2026).

Sementara itu, Global Sumud Flotilla sebagai armada kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk warga Gaza melaporkan bahwa kapal mereka telah dihentikan secara paksa oleh militer Israel di perairan internasional.

Insiden ini memicu kecaman keras dari pihak penyelenggara misi. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan upaya kemanusiaan.

"SOS: pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan keras mencegat armada internasional kapal kemanusiaan kami dan menculik relawan kami saat mereka menjalankan misi sah untuk memutus blokade ilegal di Gaza dan membuka koridor kemanusiaan," demikian dikutip dari pernyataan resmi mereka di Instagram @GlobalSumudFlotilla, Selasa.

Para aktivis menekankan bahwa negara-negara asal relawan memiliki kewajiban hukum untuk melindungi warga negara mereka. Mereka juga mendesak negara-negara tempat kapal tersebut terdaftar untuk mengambil langkah hukum tegas dan mengadili tindakan yang mereka kategorikan sebagai aksi pembajakan di pengadilan masing-masing.

"Kami geram dengan normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional ini dan penculikan warga sipil yang damai di perairan internasional. Kami menuntut pembebasan segera para peserta kami, jalur aman bagi seluruh armada kami, dan pengakhiran blokade ilegal di Gaza," tegas mereka.

Sebelumnya, Steering Committee Indonesia di Command Center Istanbul, Dr. Maimon, mengabarkan bahwa Herman dan Ronggo tidak mengalami penculikan. Kini, kedua orang tersebut menambah daftar WNI yang menjadi tawanan militer Israel.

Daftar WNI yang diculik hingga kini antara lain Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat, Thoudy Badai Rifanbillah dari Republika, Bambang Noroyono alias Abeng dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa.

Baca juga artikel terkait PALESTINA atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi