Menuju konten utama

Apa Itu 16 Days of Activism & Mulai 25 November Sampai Kapan?

16 Days of Activism diawali mulai 25 November. Sampai kapan peringatan tersebut dan kenapa dirayakan setiap 25 November?

Apa Itu 16 Days of Activism & Mulai 25 November Sampai Kapan?
Ilustrasi Ibu Ibu Demo. foto.IStockphoto

tirto.id - 16 Days of Activism tahun ini akan diperingati mulai Selasa, 25 November 2025. Lantas, sampai kapan perayaan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) tersebut dan hari apa saja yang diperingati?

16 Days of Activism Against Gender-Based Violence banyak dikenal sebagai kampanye global. Lewat gerakan tersebut, masyarakat dunia diajak untuk bersatu melawan kekerasan berbasis gender yang kerap menjadi masalah utama hampir di setiap negara di era modern ini.

16 Days of Activism tak hanya sebatas gerakan atau kampanye yang disemarakkan melalui media sosial saja, melainkan menjadi momentum internasional untuk mencapai cita-cita mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Meskipun perayaan tersebut memiliki tujuan dan makna yang mendalam, tak banyak yang mengetahui apa itu 16 Days of Activism,juga rentan waktu peringatannya. Untuk mengetahui informasi lebih jelasnya, simak ringkasan lengkapnya berikut.

Apa Itu 16 Days of Activism dan Kenapa Mulai 25 November?

Apa itu 16 Days of Activism dapat diartikan sebagai kampanye internasional yang dirayakan setiap tahun dalam rangka mengajak dan meningkatkan kesadaran publik global mengenai isu kekerasan berbasis gender yang kerap menyasar kalangan perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Dalam beberapa dekade terakhir, kampanye penghentian segala bentuk kekerasan terhadap perempuan lewat 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence ini masih menjadi isu serius yang masih belum selesai. Pasalnya, banyak kalangan perempuan, juga kelompok rentan lainnya yang kerap mendapatkan kekerasan berbasis gender, fisik, emosional, seksual, ekonomi, hingga digital.

Setiap tahun, peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dirayakan setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember atau dalam kurun waktu 16 hari. Secara historis, kampanye ini pertama kali diinisiasi oleh Center for Women's Global Leadership (CWGL) pada tahun 1991.

Penetapan tanggal 25 November sebagai awal kampanye 16 Days of Activism ini tidak terlepas dari sebuah peristiwa sejarah yang tragis, yakni pembunuhan tiga saudari Mirabal, yakni Patria, Minerva, dan Maria Teresa. Ketiganya adalah aktivis perempuan Republik Dominika yang dilenyapkan tepat pada 25 November 1960.

Menurut laporan UN Women, tiga aktivis tersebut kerap aktif dalam gerakan bawah tanah di era kediktatoran Rafael Trujillo. Gerakan anti-diktatornya itu dikenal juga dengan sebutan Las Mariposas alias The Butterflies. Namun, setelah serangkaian teror, ketiganya kemudian diculik, lalu dibunuh pada 25 November 1960. Kematian tiga aktivis tersebut kemudian disamarkan sebagai "kecelakaan mobil",

Mengacu pada peristiwa tragis tersebut, pada 1981, para aktivis feminis dari Amerika Latin dan Karibia kemudian mengadakan konferensi yang melahirkan penetapan tanggal 25 November sebagai Hari Internasional untuk Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan.

Perayaan tersebut kemudian diperkuat saat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Majelis Umum PBB menetapkan 25 November sebagai International Day for the Elimination of Violence Against Women pada 17 Desember 1999. Keputusan tersebut termaktub dalam resolusi A/RES/54/134.

Peringatan 16 Days of Activism ini akan diakhiri setiap tanggal 10 Desember tiap tahunnya yang bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia.

Hari Apa Saja yang Diperingati dalam 16 Days of Activism?

16 Days of Activism diperingati mulai 25 November hingga 10 Desember. Selama peringatan tersebut, terdapat sejumlah perayaan penting di dalamnya. Berikut rinciannya.

  • 25 November: Penanda awalnya kampanye global Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (ditambah Hari Revolusi Mawar yang ditujukan untuk melawan kekerasan saat melahirkan)
  • 29 November: International Women Human Rights Defenders Day atau Hari Pembela Hak Asasi Manusia Perempuan Internasional
  • 1 Desember: Hari AIDS Sedunia
  • 3 Desember: Hari Internasional Penyandang Disabilitas
  • 5 Desember: Hari Relawan untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial
  • 6 Desember: Peringatan Pembantaian Montreal
  • 10 Desember: Hari Hak Asasi Manusia Internasional dan peringatan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus