tirto.id - PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) menggunakan pinjaman sebagai salah satu sumber pembayaran dividen tunai sebesar Rp1,6 trilun. Hal tersebut disampaikan Direktur YUPI Rusman Apandi dalam keterbukaan informasi, Rabu (27/8/2025).
Adapun selain pinjaman, pembayaran dividen tunai Yupi berasal dari laba yang ditahan atas laporan keuangan per 31 Desember 2024 serta cash perseroan.
"Perseroan dapat memastikan bahwa untuk pembayaran dividen perseroan tidak menggunakan dana yang bersumber dari dana hasil penawaran umum perdana/IPO," jelasnya.
Rusman menerangkan, berdasarkan saldo cash pada akhir Juli 2025 sebesar Rp884 miliar. Setelah dikurangi dana hasil penawaran umum perdana/IPO sebesar Rp590 miliar, maka saldo untuk operasional perseroan adalah sebesar Rp254 miliar.
Ini dinilai cukup oleh perseroan karena telah memenuhi solvabilitas perseroan. Adapun rincian covenants terdiri dari rasio leverage bersih (target) pada setiap tanggal setengah tahun yang jatuh pada atau setelah tanggal uji pertama (masing-masing merupakan tanggal uji) tak melebihi 3:00:1:00; serta rasio cakupan layanan utang pada setiap tanggal uji tak boleh kurang dari 1.05:1.00.
"Perseroan akan memaksimalkan pembayaran bunga dari working capital dan operasional," jelasnya.
Masuk tirto.id


































