tirto.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) angkat suara terkait sepinya penumpang di Bandara Dhoho Kediri. Diketahui, mega proyek tersebut dikerjakan oleh WEGE dan resmi beroperasi pada 5 April 2024 lalu.
Direktur Operasi I WEGE, Bagus Tri Setyana, menilai sepinya bandara tersebut disebabkan oleh tidak adanya kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).
"Nah itu yang belum terjadi. Padahal kalau ada TOD-nya pasti bangunan gedung juga banyak. Ada namanya dormitori haji dan sebagainya," kata Bagus kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (15/10/2025).
Meskipun demikian, dia menambahkan, Bandara Dhoho menambah deretan pencapaian bagi WEGE. Sebab, bandara itu dibangun dengan standar tertinggi dan penerapan teknologi mutakhir seperti Building Information Modelling (BIM).
"Membangun Bandara Dhoho Kediri ini, kami punya reputasi yang baru. Menambah reputasi sebagai building construction yang nomor satu ya," ujar Bagus.
Proyek itu juga membawa dampak komersial dan turut menjadi penyumbang kinerja laba bagi WEGE. Menurut Bagus, kontribusi dari proyek bandara di Kediri, Jawa Timur, itu cukup signifikan pada periode 2022 hingga 2023.
Dari sisi keuangan, menurut Bagus, pemilik Bandara Dhoho sudah melunasi pembayaran sepenuhnya. Dia pun berharap proyek tersebut dapat kembali 'hidup'.
"Kepinginnya dibangun itu nempel terus itu capnya, 'Building by WIKA Gedung' gitu ya. Setiap ada passenger bisa membaca gitu ya, itu sebagai marketing promosi juga melalui WIKA Gedung. Sisi itu yang kami belum dapatkan di pembangunan Bandara Kediri oleh kami," tuturnya.
Sebagai informasi, proyek Bandara Dhoho Kediri memiliki nilai investasi Rp1,82 triliun. Ia merupakan proyek bandara pertama di Indonesia yang didanai sepenuhnya oleh swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Bandara Dhoho mempunyai panjang runway 3.300 x 60-meter, apron komersial berukuran 548 x 141-meter, apron VIP sepanjang 221 x 97 meter, empat taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108-meter persegi.
Selain memiliki terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi dengan kapasitas 1,5 juta orang per tahun, Bandara Dhoho pun mampu menampung pesawat berbadan besar seperti Boeing 777.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id
































