Menuju konten utama

Warga Boven Digoel Mengungsi usai Penembakan Pesawat Smart Air

Warga mengungsi karena dampak psikologis usai peristiwa penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu.

Warga Boven Digoel Mengungsi usai Penembakan Pesawat Smart Air
Pesawat Smart Air dengan tipe pesawat C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) - Kaimana (KNG) yang melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.01 WIT. foto/Kemendhub
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengungkap warga Boven Digoel saat ini terpaksa harus mengungsi demi keamanan setelah peristiwa penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu. Warga mengungsi dikarenakan dampak psikologis yang dirasakan usai peristiwa itu terjadi.

"Berdasarkan data sementara, 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut," ucap Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Dia menerangkan, saat ini parat berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut. Setelah lokasi dipastikan aman dan kondusif, warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa.

Yusuf mengemukakan, untuk sementara penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman. Berdasarkan hasil pendalaman awal, ujar dia, aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok sipil bersenjata Yahukimo.

"Termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak. Sementara itu, aparat masih melakukan pemburuan terhadap kelompok pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut," ungkap Yusuf.

Menurut Yusuf, saat ini penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Dia menegaskan, negara hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat.

"Di pedalaman yang aksesnya terbatas dan fasilitasnya sederhana, langkah cepat hari ini menjadi penanda bahwa keselamatan warga Papua tetap menjadi perhatian utama. Situasi terus dipantau, dan aparat gabungan memastikan Korowai kembali tenang," kata dia.

Untuk memastikan situasi aman, dia menuturkan, 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital masyarakat pedalaman.

Baca juga artikel terkait PESAWAT SMART AIR atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah