Menuju konten utama

Siapa Penembak Pesawat Smart Air di Papua dan Apa Alasannya?

Penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan dilakukan pasukan TPNPB-OPM Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Battalion Kanibal.

Siapa Penembak Pesawat Smart Air di Papua dan Apa Alasannya?
Pesawat Smart Air dengan tipe pesawat C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) - Kaimana (KNG) yang melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, pada Selasa (27/1/2026) pukul 13.01 WIT. foto/Kemendhub
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 telah mengidentifikasi siapa pelaku penembakan pesawat Smart Air saat lepas landas di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Penembakan itu dipastikan dilakukan dua kelompok sipil bersenjata dari Yahukimo.

"KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) yang dari Yahukimo, KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Diungkapkan Yusuf, sampai saat ini masih dilakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot Pesawat Smart Air tersebut.

Terkait dengan evakuasi jenazah pilot Kapten Egon Erawan dan kopilot Kapten Baskoro, dia memastikan telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Saat ini, proses autopsi masih dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kematian korban dari peluru yang menyasar di tubuhnya.

"Sudah dievakuasi ke Timika dan dilakukan autopsi di RSUD Timika," ucap Yusuf.

Disampaikan Yusuf, jenazah kedua korban akan diterbangkan ke Jakarta setelah autopsi dilakukan. Namun, dia memastikan penerbangan kedua jenazah ke Jakarta akan tetap dilakukan hari ini.

Alasan OPM Tembak Pesawat Smart Air dan Pilotnya

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengatakan organisasinya bertanggung jawab atas peristiwa penembakan pesawat Smart Air itu.

Sebby mengatakan penembakan dilakukan pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Battalion Kanibal, yang dipimpin Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo, Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi, Mayor Kopitua Heluka.

"Peristiwa ini telah terjadi pada tanggal 11 February 2026, dan Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo, Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor, Kopitua Heluka bertanggung jawab atas peristiwa ini," ujar Sebby dalam keterangannya kepada Tirto, Kamis (12/2/2026).

Sebby mengatakan alasan pesawat Smart Air ditembak hingga pilotnya dibunuh. Hal ini karena OPM menganggap Smart Air sering mengangkut pasukan keamanan Indonesia di seluruh tanah Papua.

"Hal ini pasukan TPNPB telah lakukan karena pilot-pilot dari perusahaan penerbangan ini tidak mengindahkan peringatan yang selalu dikeluarkan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB," terang Sebby.

OPM, kata Sebby juga menuding para pilot Smart Air merupakan agen intelijen aparat keamanan Indonesia.

"Dan juga pilot-pilot ini merupakan agen intelijen militer dan polisi Indonesia," tutur Sebby.

Diketahui, kronologi penembakan terjadi di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel. Kejadian berawal ketika pesawat Smart Air mendarat di bandara tersebut.

Semula, pesawat bernomor PK-SNR itu terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT. Sebanyak 13 penumpang dan dua orang kru ada di dalam pesawat itu.

Pesawat kemudian tiba di Bandara Koroway Batu pukul 11.05 WIT. Namun, sesaat setelah landing, pesawat tersebut ditembak oleh orang tak dikenal.

Pilot sedang memarkirkan pesawat di runway 16 di tengah tembakan yang terjadi. Setelah laju pesawat berhenti, lalu pilot, kopilot, dan seluruh penumpang keluar dari pesawat untuk melarikan diri ke arah hutan.

Pada pukul 11.30 WIT, pilot pesawat masih sempat menghubungi FOO Smart Aviation, Syarif, melalui Garmin. Pilot atas nama Egon Erawan melaporkan peristiwa penembakan dan langkah evakuasi yang dilakukan.

FOO Smart Aviation sempat menghubungi kembali sang pilot dua menit berselang, namun tak terjangkau.

Para penumpang dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke arah hutan. Namun, pilot dan kopilot tak berhasil mengevakuasi diri.

Kedua kru pesawat Smart Air bernomor PK-SNR itu tertangkap pelaku penembakan ketika melarikan diri di hutan. Baik pilot dan kopilot itu lalu dibawa kembali ke lapangan terbang.

Oleh pelaku, kedua kru tersebut ditembak hingga tewas. Jasad keduanya dibiarkan tergeletak di lapangan terbang.

Baca juga artikel terkait PESAWAT SMART AIR atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni & Mochammad Fajar Nur
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto