Menuju konten utama

Wanita Coba Bundir di Depan Istana Pernah Jadi Korban Pelecehan

Pelecehan itu diduga dilakukan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) saat korban JSLP berusia di bawah umur.

Wanita Coba Bundir di Depan Istana Pernah Jadi Korban Pelecehan
Ilustrasi Bunuh Diri. foto/istockphoto

tirto.id - Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan perempuan berinisial JSLP (20) yang mencoba bunuh diri di depan gerbang utama Istana Negara sempat melaporkan kasus pelecehan yang dialaminya. Pelecehan itu diduga dilakukan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) saat korban JSLP berusia di bawah umur.

Kasat PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Rita Oktavia menerangkan kasus tersebut sempat ditangani jajarannya dan sudah dilakukan mediasi. Kemudian, keluarga korban dan keluarga terduga pelaku bersepakat menyelesaikan kasus ini secara damai dengan menikahkan keduanya.

"Untuk berdamai, untuk si pelaku ini bertanggung jawab begitu loh. Akhirnya terjadilah pernikahan begitu. Mereka ini menikah begitu. Kami lagi menggali lagi. Kami lagi komunikasikan ke suaminya yang di Toli-Toli, kami lagi cari nomor teleponnya," tutur Rita kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Rita mengungkap saat ini tim penyidik masih menggali mengenai status hubungan keduanya, apakah sudah bercerai atau masih berstatus suami istri. Korban sendiri, kata dia, belum bisa dimintai keterangan hingga saat ini.

"Karena kami belum bisa memintai keterangan ke si korban ini. Karena memang susah berkomunikasi, kan. Banyak kami bertanya, Tambah dia stres, tambah dia kena kejiwaannya begitu, kan. Makanya kami enggak banyak-banyak bertanya," ujar Rita.

Menurut Rita, kondisi JSLP sampai saat ini masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan masih berada di RSCM. Korban diketahui masih sering tertidur, sehingga pemeriksaan oleh dokter masih membutuhkan waktu.

Dari rekam medis, kata Rita, korban mengalami pengobatan psikologis akibat depresi yang dialami. Korban tidak hanya memiliki permasalahan dengan suaminya, tetapi juga persoalan keluarga lainnya.

“Motifnya sih sebenarnya, dia punya permasalahan keluarga. Satu, dia permasalahan keluarga besarnya dia, maksudnya orang tuanya begitu, kan. Terus yang kedua, permasalahan internnya dia, pribadi dia. Jadi, memang terlalu banyak ya permasalahan sehingga dia depresi," kata dia.

Ihwal dengan upaya bunuh diri, kata Rita, pihaknya juga masih membutuhkan waktu sampai bisa meminta keterangan korban. Sejauh ini, Rita memastikan bahwa memang ada tali yang sudah disiapkan korban dan diduga untuk mengakhiri hidupnya.

"Di taman tuh sudah pohon-pohon ya, saya enggak tahu deh. Pohon itu apa bisa untuk menggantungkan diri atau apa. Cuma dia mau bawa tali. Talinya sekitar 2 meteran warna putih lah. Itu talinya tuh sudah berbentuk itu, leher. Lingkaran ke leher begitu," tutur Rita.

Baca juga artikel terkait KASUS PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama