Menuju konten utama

Wamensos Sebut Renovasi Rumah Ortu Murid SR Dimulai Juni 2026

Proses renovasi rumah tidak layak huni milik orang tua murid Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juni 2026.

Wamensos Sebut Renovasi Rumah Ortu Murid SR Dimulai Juni 2026
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Wali Kota Baubau Yusran Fahim dan Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Program perbaikan 10.000 rumah tak layak huni milik orang tua siswa Sekolah Rakyat hasil sinergi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan mulai dijalankan pada pertengahan tahun ini.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan Wali Kota Baubau Yusran Fahim di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Forum ini juga dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Jauhari, serta jajaran Tenaga Ahli Menteri. Kemudian Staf Khusus Wali Kota Baubau Ilham Salam, serta Kabag Protokol Kota Baubau Muh Amy Chandra.

Dalam pertemuan tersebut, Wamensos Agus Jabo juga menginformasikan rencana renovasi rumah orang tua murid Sekolah Rakyat di Tabanan.

Kabupaten Tabanan, memiliki satu Sekolah Rakyat rintisan, yakni SRMP 17 Tabanan yang kini menampung 74 siswa. Sekolah tersebut sementara ini beroperasi di kompleks Sentra Mahatmiya Bali.

"Khusus untuk Tabanan, sementara yang bisa kita bantu adalah [renovasi] rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui kerja sama dengan Kementerian PKP,” kata Agus Jabo.

Agus Jabo mencatat, sebanyak 31 rumah milik keluarga siswa Sekolah Rakyat di Tabanan telah masuk dalam daftar penerima bantuan renovasi dan ditargetkan mulai dibangun pada Juni 2026.

Penjelasan Wamensos itu merespons Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang menyatakan daerahnya memerlukan dukungan untuk perbaikan rumah warga yang tidak layak huni.

“Masyarakat kami masih banyak yang rumahnya tidak layak huni. Maka dari itu kami datang mengharapkan uluran tangan dari pemerintah pusat,” kata I Made Dirga.

Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Dalam pertemuan yang sama, juga dibahas percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Baubau.

Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan lahan seluas 7,9 hektare di Kelurahan Palabusa, Kecamatan Lea-Lea yang dinyatakan layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, mengatakan seluruh persyaratan administrasi kini telah dirampungkan agar pembangunan bisa segera diproses.

“Kalau di catatan KemenPU awalnya masih ada catatan soal sertifikat, tapi sekarang sudah dipisahkan dan sudah clear,” kata Yusran.

Adapun menurut perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat, Jauhari, Kota Baubau telah masuk daftar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap ketiga dan tinggal menunggu penetapan lebih lanjut dari Menteri Sosial.

“Baubau sudah masuk tahap tiga. Semuanya sudah clear dan kriterianya sudah memenuhi,” ujar Jauhari.

Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo menegaskan pemerintah akan memprioritaskan daerah yang menunjukkan kesiapan dan komitmen kuat dalam mendukung program Sekolah Rakyat.

“Daerah-daerah yang effort-nya kuat itu harus menjadi prioritas. Baubau saya kira juga mewakili wilayah kepulauan di Sulawesi yang masih terbatas Sekolah Rakyatnya,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah sedang merampungkan pembangunan 93 dari total 104 Sekolah Rakyat permanen tahap kedua. Pembangunan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026 untuk mendukung penerimaan siswa baru pada Juli mendatang.

“Kalau semua yang memenuhi syarat bisa masuk, tentu kita berharap semuanya dibangun. Presiden Prabowo ingin program ini cepat, terbaik, dan volumenya banyak,” katanya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis