tirto.id - Polres Metro Jakarta Pusat membenarkan adanya laporan balik terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A. Sinaga alias Bro Ron, terkait dugaan penganiayaan di kawasan Menteng. Laporan tersebut dilayangkan oleh Muhammad Rizal Berhet, pria yang sebelumnya merupakan terduga pelaku pemukulan terhadap Bro Ron dalam insiden yang sempat viral di media sosial.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menyebut laporan balik itu dilayangkan terkait dugaan penganiayaan. Laporan terdaftar dengan nomor LP/B/34/V/2026/SPKT/Polsek Metro Menteng.
“Benar terduga pelaku pemukulan melaporkan balik. Pelaporan balik di Polsek Menteng adalah penganiayaan,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/5/2026).
Di sisi lain, Rizal menyatakan pelaporan tersebut dilayangkan karena dirinya dipukul terlebih dahulu oleh Bro Ron. Bahkan, pemukulan itu juga disertakan dengan makian kasar.
"Laporan terkait dengan pemukulan dan pengeroyokan disertai dengan makian yang tidak pantas. 'Kamu anjing siapa? Kamu budak siapa? Kamu babu'," ungkap Rizal saat dikonfirmasi wartawan.
Rizal mengaku, pemukulan yang dilakukan oleh Bro Ron menyasar bagian perutnya. Sehingga, dia mengalami rasa sakit pada bagian ulu hatinya.
Sebelumnya diberitakan, pengeroyokan terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga alias Bro Ron. Aksi kekerasan tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.
Ronald menjelaskan, peristiwa berawal saat dia menemani karyawan PT SKS untuk beraudiensi ke kantor firma hukum Michael, Putra & Partners pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Karyawan PT SKS kemudian melakukan aksi di depan kantor MPP.
“Ini mediasi perihal gaji karyawan dan dana Operasional PT SKS dimana management dikelola oleh pimpinan MPP sebagai penasihat hukum MPP,” kata saat dikonfirmasi reporter Tirto, Selasa (5/5/2026).
Kemudian, tiga orang yang tidak dikenal datang sekitar pukul 18.00 WIB dan menyatakan mereka sebagai pengamanan kantor. Para peserta aksi kemudian diminta untuk keluar dari gedung dan melakukan aksi di depan.
“Terjadilah cekcok di antara 3 oknum ini, karyawan SKS, dan saya juga. Tapi akhirnya 3 oknum ini berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah duluan hadir di lokasi,” tutur Ronald.
Para petugas kepolisian, kata Ronald, mengawal tiga orang tersebut turun melalui lift. Namun, 15 menit kemudian, tiga orang tersebut naik kembali ke lantai 4 yang merupakan lokasi Kantor MPP dan mulai terlibat cekcok lagi.
“Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video. Kesimpulan, setelah dikawal oleh anggota Polsek turun ke bawah, mereka sengaja naik kembali untuk membuat onar,” ucap Ronald.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































