Menuju konten utama
Satgas Penanganan COVID-19:

Usai Lebaran Kasus COVID-19 Naik 56,6 Persen, Jateng Tertinggi

Usai libur Lebaran, kasus positif Corona meningkat sebanyak 56,6 persen, dari 26.067 kasus pada 10 Mei menjadi 40.821 pada 24 Mei 2021.

Usai Lebaran Kasus COVID-19 Naik 56,6 Persen, Jateng Tertinggi
Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah Prof Wiku Adisasmito di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (12/1/2021). (FOTO/Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Negara).

tirto.id - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan usai libur Lebaran, kasus positif Corona meningkat sebanyak 56,6 persen, dari 26.067 kasus pada 10 Mei menjadi 40.821 pada 24 Mei. Lalu jumlah kasus kematian sebesar 3,52 persen, dari 1.087 pada 10 Mei menjadi 1.050 pada 24 Mei.

Sementara pada Lebaran 2020, kenaikan kasus mencapai 65,55 persen dari 4.182 pada 25 Mei menjadi 6.923 pada 8 Juni. Lalu kematian juga meningkat yaitu dari 208 pada 25 Mei menjadi 346 pada 8 Juni.

Kemudian Wiku juga menjelaskan 5 provinsi tertinggi yang mengalami kenaikan kasus selama periode 2 minggu pasca Idul Fitri. Pada periode 10 sampai 24 Mei 2021, kenaikan kasus tertinggi berada di Jawa Tengah (naik 103%), Kepulauan Riau (naik 103%), Riau (naik 69%), DKI Jakarta (naik 49,5%) dan Jawa Barat (naik 25%).

Sedangkan pada periode 25 Mei sampai 8 Juni 2020, kenaikan kasus tertinggi berada di Jawa Tengah (naik 368%), Sulawesi Selatan (naik 280%), Kalimantan Selatan (naik 99%), Jawa Timur (naik 45,36%) dan DKI Jakarta (naik 33,2%).

"Data perbandingan ini menunjukkan bahwa dampak pada kenaikan kasus yang ditimbulkan pada dua pekan pasca Lebaran tahun ini [2021] tidak setinggi pada Lebaran 2020 lalu," kata Wiku melalui konferensi pers secara daring, Selasa (1/6/2021).

Wiku juga mengatakan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tingkat kabupaten/kota dan tingkat kelurahan/desa (mikro) kembali diperpanjang pada periode 1 - 14 Juni 2021.

Saat ini sudah mencakup 34 provinsi, termasuk tambahan baru 4 provinsi yakni di provinsi Gorontalo, Maluku, Maluku Utara dan Sulawesi Barat.

Oleh karena itu, Wiku meminta agar pemerintah daerah lebih optimal dalam pengendalian kasus dan mengantisipasi adanya lonjakan kasus.

"Tanpa adanya peran aktif daerah, pemerintah pusat akan sulit melakukan upaya pengendalian kasus. Atas peran aktif pemerintah daerah juga, kita saat ini berada pada kasus yang sudah cukup terkendali, dan kegiatan sosial ekonomi masyarakat secara bertahap mulai kembali beroperasi," ucapnya.

Kemudian Satgas COVID-19 juga meminta kepada Pemda untuk terus meningkatkan kapasitas testing dan masyarakat sudah mematuhi peraturan utamanya dalam menerapkan karantina mandiri 5x24 jam, bagi yang baru pulang bepergian dalam periode mudik lebaran.

"Jika kita patuh protokol kesehatan dan meningkatkan testing dan kualitas pelayanan, maka perkembangan akan tetap stabil. Namun, jika kita abai, maka bukan tidak mungkin kenaikan pasca Idul Fitri akan lebih tinggi dari tahun lalu," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PANDEMI COVID-19 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri