Urutan Menonton Film The Lord of the Rings & Alur Cerita Triloginya

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 3 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
Trilogi film Lord of the Ring (LOTR) merupakan garapan sutradara Peter Jackson yang memuat kisah dari novel karangan J. R. R. Tolkien.
tirto.id - Nonton film trilogi Lord of the Ring (LOTR) tidak bisa asal-asalan. Menyaksikannya wajib dilakukan berurutan agar dapat memahami jalan cerita secara utuh. Sebab, seri pertama dengan selanjutnya memiliki cerita yang tak terpisahkan.

Trilogi ini dimulai dari film Lord of the Ring: The Fellowship of the Ring yang rilis pada tahun 2001. Bagian keduanya adalah Lord of the Ring: The Two Towers, film keluaran tahun 2002. Sementara bagian terakhir yaitu Lord of the Ring: The Return of the Ring, yang tayang perdana pada 2003.

Trilogi LOTR sukses menarik perhatian jutaan penonton. Bahkan, hingga belasan tahun setelah 3 edisi LOTR dirilis, banyak penonton masih tidak bosan melihat film yang diangkat dari kisah dalam novel fantasi epik dengan judul yang sama, karangan J. R. R. Tolkien.

Adapun alasan kenapa trilogi garapan sutradara Peter Jackson tersebut sebaiknya tidak disaksikan secara acak, karena kisah LOTR yang utuh dipecah ke dalam tiga bagian. Seri kedua merupakan cerita lanjutan dari seri pertama, begitu juga seri ketiga tidak bisa lepas dari seri sebelumnya.

Film LOTR memberikan gambaran yang detail tentang karakter-karakter tokoh di dalamnya. Dalam perjalanan ceritanya tokoh-tokoh ini bisa awalnya disukai, tapi selanjutnya dibenci. Setiap karakter juga memiliki kisah hidupnya sendiri.

Perkembangan yang terjadi pada tiap karakter inilah yang nantinya bisa diamati dari satu seri ke seri yang lain. Berikut sinopsis ringkas dari film trilogi LOTR sesuai urutan menontonnya.

1. The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001)

Alkisah, Cincin Utama (One Ring) yang dikenal menjadi penentu masa depan peradaban manusia telah hilang selama berabad-abad. Kekuatan jahat, yang pernah dikalahkan manusia tetapi masih ingin kembali bangkit, tidak henti-hentinya berusaha menemukan cincin itu.

Namun, takdir telah menentukan bahwa cincin itu berada di tangan seorang Hobbit muda bernama Frodo Baggins (Elijah Wood). Semula cincin itu ditemukan kakek Frodo. Setelah dilepas kakeknya, cincin itu lantas jatuh ke tangan Frodo.

Frodo mendapatkan tugas berat sebagai Ringbearer. Dia harus menghancurkan cincin incaran dari kekuatan terjahat tersebut demi menyelamatkan para manusia dan makhluk lainnya.

Maka, Frodo kemudian memulai perjalanan panjangnya menuju ke puncak Gunung Doom untuk menghancurkan cincin magis itu. Frodo melakukan perjalanan panjang dan berat itu atas perintah Gandalf, penyihir tua yang tahu bahwa kekuatan jahat sedang bangkit, dan mengincar cincin tersebut.

2. The Lord of the Rings: The Two Towers (2002)

Film ini menceritakan kelanjutan perjalanan Frodo untuk menghancurkan One Ring. Di perjalanan, seorang Gollum yang misterius menguntit Frodo dan Sam (Sean Astin).

Gollum itu punya hasrat untuk memiliki cincin Frodo. Namun, Gollum itu juga membantu Frodo dan Sam saat mencari jalur paling aman menuju Gunung Doom.

Di lain sisi, Aragorn (Viggo Mortensen), pemanah Elf Legolas, dan Gimli the Dwarf sedang berjuang melawan kerajaan Rohan yang terkepung pasukan dari "kegelapan." Sang Raja Theoden yang hebat akhirnya jatuh di bawah mantra mematikan Saruman, penyihir musuh Gandalf.

3. The Lord of the Rings: The Return of the King (2003)

Film ini adalah bagian terakhir dari trilogi LOTR. Di dalamnya dikisahkan konfrontasi terakhir antar kekuatan baik dan jahat dalam menguasai masa depan Middle. Frodo dan Sam akhirnya berhasil ke Mordor untuk menghancurkan One Ring.

Sebelum itu, Gandalf dan Aragorn memimpin World of Men melawan pasukan Sauron untuk mengalihkan pandangannya dari Frodo dan Sam yang mendekati Gunung Doom dengan One Ring.

Pasukan Sauron mengepung Minas Tirith, ibu kota Gondor, dalam upaya melenyapkan manusia. Kerajaan itu dulunya besar, tapi melemah, sangat membutuhkan Raja.

Maka, nasib Middle-earth bergantung pada Aragorn ketika perang dimulai dan orang-orang dari "kegelapan" berkumpul. Sementara Gandalf mencoba untuk mengerahkan pasukan Gordon.

Satu-satunya cara yang terbaik untuk menang dalam perang adalah jika Cincin dihancurkan, suatu upaya berat yang harus dilakukan Frodo dan menentukan nasib setiap makhluk hidup di Middle-earth. Frodo akhirnya berhasil setelah melewati perjalanan dan klimaks yang dramatis. Perang pun berakhir.

4. Bagaimana dengan Hobbit?

Apakah film The Hobbit bisa dikatakan bagian tak terpisahkan dari kisah LOTR? Jawabannya tidak. Meskipun ada kaitannya, cerita dalam film trilogi The Hobbit berdiri sendiri.

The Hobbit adalah seri prekuel. Artinya, kisah di dalamnya tentang hal yang terjadinya sebelumnya datangnya cerita dalam LOTR. Namun, menyimaknya untuk mendapatkan pemahaman cerita yang lebih utuh tentang dunia LOTR juga pilihan yang menyenangkan.


Baca juga artikel terkait SINOPSIS atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Film)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Addi M Idhom
DarkLight