tirto.id - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Syafii mengungkapkan, hingga hari keempat pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, tim SAR gabungan telah mengevakuasi puluhan kantong jenazah dari lokasi bencana. Berdasarkan data terkini yang dihimpun pihaknya, hingga pukul 17.30 WIB, jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi mencapai 47 kantong.
“Saya sampaikan per hari ini jam 17.30 WIB bahwa bodypack (kantong jenazah) yang kita temukan dari tim SAR gabungan jumlah ada 47 bodypack dan ini sudah kita serah terimakan,” ujar Syafii di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menuturkan, proses identifikasi korban masih terus dilakukan bersamaan dengan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Bagi jenazah yang sudah bisa diidentifikasi, maka sudah diserahterimakan kepada keluarga terkait.
“Kalau tadi pagi informasi terakhir yang saya konfirmasi bahwa telah teridentifikasi 27 jenazah yang sudah diserahterimakan kepada keluarga,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syafii juga menjelaskan adanya pembaruan data korban setelah dilakukan konsolidasi ulang bersama pemerintah daerah setempat. Pada laporan awal hari pertama, tercatat sebanyak 34 kepala keluarga atau 133 warga terdampak akibat longsor.
Namun, setelah dilakukan pendataan ulang di lapangan, jumlah dampak bencana diketahui lebih besar. Katanya, sebanyak 35 rumah dilaporkan hancur tersapu material longsor.
“Namun, dalam perkembangannya, ternyata bahwa jumlah rumah yang terdampak tersapu oleh bencana ada 35 rumah dengan jumlah korban 155. Dari 155 ini, 75 [korban] dapat diselamatkan,” jelas Syafii.
Saat ini, kata Syafii, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban yang belum ditemukan. Operasi evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga warga setempat, untuk mempercepat proses pencarian di medan yang tergolong berat.
Lalu, fokus pencarian kini juga tertuju pada puluhan personel militer yang berada di lokasi saat bencana longsor terjadi. Syafii membenarkan bahwa ada 23 anggota TNI Angkatan Laut yang menjadi bagian dari korban terdampak di lereng Gunung Burangrang.
“Bahwa ada 23 anggota TNI Angkatan Laut yang ternyata terdampak. Karena beraktifitas di wilayah lereng dari gunung Burangrang ini,” katanya.
Namun, kata Syafii, pihak Basarnas belum bisa memastikan apakah 47 kantong jenazah yang telah ditemukan tersebut sudah termasuk para prajurit TNI atau murni masyarakat sipil. Proses identifikasi sepenuhnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan pihak TNI.
“Jumlah penemuan korban kita sampaikan adalah bodypack. Karena itu kita tidak bisa mendeklir apakah itu murni masyarakatnya. Kemudian apakah di situ ada anggota. Tentunya teman-teman dari DVI maupun nanti dari informasi yang diberikan oleh pihak TNI yang akan bisa menyampaikan,” ucap dia.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































