Update Bencana Alam di NTT: Korban Meninggal Terverifikasi 86 Orang

Oleh: Alexander Haryanto - 6 April 2021
Dibaca Normal 1 menit
Update bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkini, sebanyak 86 orang meninggal dunia.
tirto.id - Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Selasa pukul 15.00 WIB sebanyak 86 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, jumlah itu berdasarkan hasil verifikasi data.

"Jadi, kesepakatan kemarin yang dinyatakan meninggal dunia yang telah ditemukan jenazahnya dan telah terverifikasi," kata Raditya Jati seperti diwartakan Antara.

Wilayah NTT dilanda badai siklon Seroja pada 4 April 2021 sehingga menyebabkan angin kencang, tanah longsor, dan banjir bandang di Kota Kupang serta Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembara, Ngada, Alor, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, dan Ende.

Selain korban meninggal, menurut Raditya, bencana itu mengakibatkan 98 orang hilang dan 146 orang terluka serta berdampak terhadap 2.683 warga. Sampai sekarang, kata dia, petugas masih mendata warga terdampak bencana di wilayah NTT.

Saat ini, tercatat 1.992 rumah warga yang terdampak, dengan rincian kerusakan ringan 109 unit, jumlah rumah yang rusak sedang 133 unit, dan jumlah rumah yang mengalami kerusakan berat 498 unit.

Sebanyak 84 fasilitas umum di provinsi itu juga terdampak bencana. Jumlah fasilitas umum yang rusak berat akibat bencana tercatat 44 unit dan fasilitas umum yang rusak ringan satu unit.


50 Orang Meninggal di Pulau Adonara, NTT


Hingga Selasa, 6 April 2021 malam, korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 50 orang. Hal itu disampaikan oleh Bupati Flores Timur Anthon Hadjon.

"Sore tadi satu korban ditemukan lagi berjenis kelamin wanita sehingga jumlah korban yang meninggal akibat banjir bandang mencapai 50 orang," kata Anthon seperti diwartakan Antara, Selasa malam (6/4).


Menurut Anthon, total ada 72 orang yang dinyatakan hilang, tapi sudah ditemukan 50 orang. Dia bilang, sampai saat ini petugas masih mencari 22 orang lagi. Dalam melakukan pencarian itu, kata dia, warga dibantu oleh anggota TNI dan Polri di NTT.

Salah satu kendala dalam melakukan pencarian itu, kata dia, pihaknya terkendala alat berat seperti eksavator. "Kita memang butuh alat berat untuk mencari korban yang hilang, sebab banyak tumpukan di mana-mana akibat banjir bandang itu," ungkap Anthon.


Baca juga artikel terkait BANJIR BANDANG NTT atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight