Menuju konten utama
Banjir Jakarta 2026

Update Banjir Kamis (29/1) Siang, 35 RT & 10 Ruas Jalan Terendam

Data terakhir menunjukkan bahwa banjir semakin meluas dan merendam sebagian wilayah DKI dengan ketinggian air bervariasi sekitar 30-150 cm.

Update Banjir Kamis (29/1) Siang, 35 RT & 10 Ruas Jalan Terendam
Petugas Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengoperasikan mesin pompa apung saat banjir di ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (29/1/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir di sebagian wilayah Ibu Kota semakin meluas dan hingga Kamis siang kini merendam sebanyak 35 rukun tetangga (RT) dan 10 ruas jalan.

"Saat ini banjir terjadi di 35 RT yang berada di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengutip Antara.

Menurut dia, data terakhir menunjukkan bahwa banjir semakin meluas dan merendam sebagian wilayah DKI dengan ketinggian air bervariasi sekitar 30-150 cm.

Ia menjelaskan, cuaca dengan hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1) menyebabkan terjadinya kenaikan air di sejumlah bendungan yang menjadi pos pantau.

"Penyebab utamanya, yaitu curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai seperti Sungai Ciliwung, Pesanggrahan dan Angke Hulu," ujarnya.

Ketinggian banjir di Cipulir capai 45 cm

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mencatat ketinggian banjir di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, mencapai 45 sentimeter (cm).

"Saat ini sudah 45 cm," kata Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan Muhammad Nur mengutip Antara, Kamis (29/1/2026).

Dia mengatakan wilayah yang terdampak, yakni Jalan Suwardi, RT 08/RW 10, di Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Penyebab banjir tersebut diketahui berasal dari luapan Kali Pesanggrahan.

"Luapan Kali Pesanggrahan Siaga 3 dan intensitas hujan berkelanjutan, intensitas sedang hingga lebat, mengakibatkan debit air Kali Pesanggrahan meningkat dan meluap memasuki pemukiman warga," ujar Nur.

banjir di Cipulir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mencatat ketinggian banjir mencapai 45 sentimeter di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Jakarta Selatan/aa.

Tercatat sebanyak 53 kepala keluarga (KK) dan 153 jiwa terdampak banjir tersebut. Kendati demikian, mereka masih bertahan di rumah masing-masing, tepatnya di lantai atas.

"Belum ada pengungsi, namun tetap terpantau petugas," ucap Nur.

BPBD Jakarta Selatan menyiapkan perahu sebagai antisipasi serta membantu memudahkan mobilitas warga sekitar.

Sementara itu, hingga pukul 11.00 WIB, BPBD DKI Jakarta mencatat tiga RT di Jakarta Selatan yang tergenang banjir, yakni satu RT di Cipulir dan dua RT di Kuningan Barat, dengan ketinggian air 40-60 cm akibat curah hujan yang tinggi.

Ratusan rumah terendam banjir setinggi satu meter di Rawa Buaya Jakbar

Mengutip Antara, banjir setinggi satu meter merendam ratusan rumah di RT 16 RW 04, kawasan Bojong Kavling, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Di sini itu ada 450 kepala keluarga (KK), dan 350 lebih bangunan. Sebagian besar rumah itu terendam, enggak lebih dari 50 rumah yang enggak [terendam]," kata Ketua RT 16 Irah Rahayu di kawasan Bojong Kavling, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026).

Genangan air yang masuk hingga ke dalam rumah-rumah itu melumpuhkan aktivitas masyarakat, termasuk para pelajar yang terpaksa mengurungkan niatnya untuk tidak berangkat ke sekolah.

Banjir di Rawa Buaya

Banjir merendam hingga ke dalam rumah warga di RT 16 RW 04, kawasan Bojong Kavling, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Risky Syukur.

Menurut Irah, hujan lebat sejak Rabu (28/1) malam hingga Kamis pagi, serta tanggul kali yang pecah membuat banjir yang menggenangi wilayah tersebut kian parah.

"Kebetulan lagi hujan besar, ya, lagi deras sekali. Kemudian, dipicu dengan ketinggian air sungai juga, dan kemudian di ujung kampung ini ada tanggul yang pecah," ujar Irah.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat luapan air sungai dengan cepat membanjiri kawasan sekitar.

Meski demikian, sebagian warga tampak masih memilih bertahan di rumah masing-masing dari pada pindah ke tempat pengungsian.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto