Menuju konten utama

Banjir di Kebon Pala Capai 135 cm, Warga Bertahan di Lantai Dua

Meski ketinggian air cukup signifikan, belum ada warga yang mengungsi hingga kini.

Banjir di Kebon Pala Capai 135 cm, Warga Bertahan di Lantai Dua
Warga berada di rumah saat banjir merendam perkampungan di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa Bogor merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, hingga mencapai 130 cm. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.

tirto.id - Banjir kembali merendam kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis (29/1/2026) pagi dengan ketinggian air mencapai 135 sentimeter (cm).

"Pagi ini, sekarang pukul 08.30 WIB, ketinggian air sudah mencapai 135 sentimeter," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, di Jakarta Timur, dikutip Antara, Kamis.

Sanusi menyebutkan banjir mulai meninggi sejak pukul 05.00 WIB. Saat ini pun, ketinggian air diperkirakan masih terus meningkat.

"Kalau hujan terus, ditambah waktu hujannya lama, terus udah siaga tiga penampungan air, bisa jadi mengalami peningkatan, terus tinggi banjirnya," ujar Sanusi.

Bahkan, kata dia, sejak Rabu (28/1/2026) malam, banjir sudah hampir mencapai satu meter di permukiman warga.

"Dari semalam, air sudah tinggi, hampir satu meter. Pagi ini, sekitar 135 sentimeter dan masih naik," ucap Sanusi.

Meski ketinggian air cukup signifikan, belum ada warga yang mengungsi hingga kini. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua.

"Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di lantai dua," tegas Sanusi.

Meski Kebon Pala terbilang langganan banjir, tetap saja warga merasa terganggu karena tak bisa beraktivitas secara normal. Saat ini, warga masih menunggu air surut sambil memantau perkembangan kondisi banjir.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 RT di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Barat (Jakbar) terendam banjir dengan ketinggian air mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di kedua wilayah itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1/2026) sehingga menyebabkan level kenaikan air di Bendungan Katulampa menjadi Waspada atau Siaga 3.

Kemudian, lanjut Yohan, beberapa pos pantau juga menunjukkan peningkatan debit air sehingga menyebabkan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan meluap dan mengakibatkan 17 RT terendam banjir.

Terkait ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk, kata dia, khususnya di Jakarta Timur, mencapai 1,3-1,5 meter sedangkan di Jakarta Barat rerata 30 cm.

"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," ujar Yohan.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fadrik Aziz Firdausi