tirto.id - PT Mega Perintis Tbk (ZONE) meluruskan informasi terkait penonaktifan distributor Levi’s dan Puma, yakni PT Mitrelindo Global. Corporate Secretary ZONE, Luki Rusli, menyatakan bahwa distribusi barang tersebut tetap berjalan, hanya saja dialihkan menjadi di bawah induk perusahaan langsung.
“Penonaktifan Kegiatan Usaha Anak Perusahaan/PT Mitrelindo Global, operasionalnya dilanjutkan dan dikelola secara langsung oleh Induk Perusahaan/PT Mega Perintis Tbk (ZONE),” ungkap Luki dikutip Keterbukaan Informasi, Selasa (3/6/2025).
Luki menjelaskan operasional yang sebelumnya di bawah PT Mitrelindo Global tetap dilanjutkan dan dikelola langsung oleh PT Mega Perintis Tbk (ZONE) sehingga secara operasional tidak mengalami perubahan dan tetap berjalan seperti biasanya.
Mengutip dari laporan keuangan Mega Perintis, Mitrelindo Global menjalankan bisnis ritel untuk merek-merek internasional seperti Nike. Saat ini, ada sekitar 1.200 karyawan yang bekerja dan berkolaborasi sebagai bagian dari The Winning Team di Mega Perintis.
Berdasarkan data dari factory outlet leadership agreement 25 Mei 2021, Mitrelindo Global juga melakukan kontrak kerja sama dengan PT Levi Strauss Indonesia atau Levi’s pada Mei 25 Mei 2021 untuk menjual produk-produk merek dagang Levi’s lewat toko ritel Mitrelindo Global.
Selain itu, anak perusahaan itu juga memiliki kontrak kerja sama dengan PT Puma Cat Indonesia per 1 Januari 2020. Hingga akhir 2024, Mitrelindo Global mengantongi aset sebesar Rp212 miliar.
Diberitakan sebelumnya, ZONE, emiten ritel Tancorp milik Hermanto Tanoko, resmi mengumumkan penutupan operasional salah satu anak usahanya, PT Mitrelindo Global.
Mitrelindo Global merupakan distributor Levi’s hingga Puma. Perusahaan bergerak di tiga bidang usaha, antara lain pedagang eceran pakaian, industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari, dan industri pakaian jadi atau konveksi dari tekstil.
“Keputusan Direksi Perseroan berdasarkan kajian internal mengenai efisiensi struktur grup usaha dan kontribusi anak perusahaan terhadap kinerja konsolidasi,” ungkap Corporate Secretary Mega Perintis, Luki Rusli, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (2/6/2025).
Perseroan yang mengantongi 99,99 persen kepemilikan saham Mitrelindo Global itu memutuskan untuk menonaktifkan anak usahanya dilatarbelakangi oleh pertimbangan persamaan kegiatan usaha dengan induk perusahaan. Salah satunya perdagangan eceran pakaian jadi dan alas kaki.
Selain itu, efisiensi operasional juga menjadi alasan sehingga tujuan strategi restrukturisasi perusahaan adalah untuk meningkatkan efektivitas dan profitabilitas Perseroan. Kegiatan operasional anak perusahaan dinilai menjadi tidak lagi strategis untuk dilanjutkan secara terpisah.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































