Trump atau Biden, Buat Pasar yang Penting Ketidakpastian Berakhir

Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 5 November 2020
Dibaca Normal 2 menit
Investor merespons positif karena melihat segala ketidakpastian dan yang terburuk segera berakhir.
tirto.id - Hasil Pemilihan Presiden di Amerika Serikat (AS) belum bisa dipastikan hingga Kamis, 4 November 2020 pukul 07.00 WIB. Dua kandidat, Donald Trump dan Joe Biden bersaing ketat dalam perolehan suara. Namun, data CNN per 4 November pukul 07.06, Biden mengungguli Trump dengan skor 253-213. Biden butuh 17 electoral votes lagi untuk menang. Masih ada 6 negara bagian lagi yang belum selesai penghitungan suaranya.

Meski hasil pemilu AS belum ada hasil signifikan, pasar sudah bereaksi positif. Investor merespons akan segera berakhirnya segala ketidakpastian. Apalagi mereka melihat hasil dari Senat dan juga kongres. Hingga pukul 07.06, berdasarkan data CNN, di Senat, Demokrat mendapat 46 kursi, Republik 47 kursi. Sementara di Kongres, Demokrat mendapatkan 199 kursi, Republik 184 kursi.

“Pasar bereaksi sangat positif terhadap fakta bahwa kesepakatan besar dari ketidakpastian pemilihan sudah berlalu. Tidak semuanya, tetapi paling tidak yang terburuk sudah berlalu. Pasar tidak suka ketidakpastian dan ini seperti penarik untuk sementara waktu,” kata Brad McMillan, chief investment officer Commonwealth Financial Network, seperti dilansir dari CNBC.

“Bahkan jika Joe Biden menang, sepertinya kita akan memiliki kongres yang terbelaj, jadi kemungkinan untuk mendapatkan perubahan yang signifikan pada bidang fiskal sangat sedikit. Itulah yang diperhitungkan oleh pasar hari ini,” kata David Joy, chief market strategist Ameriprise Financial di Boston, seperti dilansir dari Reuters.

“Sepertinya kita akan melihat Kongres yang terbelah, yang berdasarkan sejarah, lebih disukai pasar saham,” kata Lindsey Bell, chief investment strategist Ally Invest, seperti dikutip dari CNBC.


Pada perdagangan Rabu (3/11/2020), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melonjak 367,63 poin (1,34%) ke level 27.847,66. Indeks S&P 500 naik 74,28 poin (2,2%) ke level 3.443,44, Nasdaq melonjak 430,21 poin (3,85%) ke level 11.590,78. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan harian terbesar sejak 5 Juni.

Di Eropa, pasar saham juga merespons positif perkembangan dari hasil sementara pemilihan di AS. Indeks pan-European STOX 600 naik 2,1%, indeks DAX Jerman naik 2% dan FTSE naik 1,7%.

Sejak awal pekan, investor mengantisipasi kemenangan Biden, yang diharapkan bisa membawa hubungan perdagangan yang lebih baik sekaligus paket fiskal Corona yang lebih besar.

Bursa Asia Pasifik dan Indonesia

Pada perdagangan Rabu, saat perhitungan suara pemilihan AS masih berlangsung, mayoritas Bursa Saham Asia juga bergerak positif. Nikkei menguat 399,75 poin atau 1,72 persen ke 23.695,23, indeks Hang Seng turun 53,59 poin atau 0,21 persen ke 24.886,14, dan indeks Straits Times meningkat 17,67 poin atau 0,71 ke 2.514,88.

Di tengah tren positif pasar saham global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah. IHSG ditutup turun 54,25 poin atau 1,05 persen ke posisi 5.105,2. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 13,64 poin atau 1,72 persen menjadi 781,13.

"Pemilihan presiden AS yang berlangsung dengan sangat ketat membuat market bersikap hati-hati. Di sisi lain, market menanti pengumuman PDB kuartal III Indonesia besok yang diproyeksikan masih minus, sehingga akan tergolong dalam kategori resesi," kata Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta seperti dikutip dari Antara.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp7,74 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 711.652 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,1 miliar lembar saham senilai Rp8,02 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 281 saham menurun, dan 160 saham tidak bergerak nilainya.


Beda cerita dengan nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada Rabu sore yang ditutup menguat seiring pelaku pasar yang masih menantikan hasil pemilu di AS yang berlangsung ketat.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.565 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.585 per dolar AS. Saat ini semua mata tengah tertuju pada pemilu di Amerika Serikat.

"Ketidakpastian atas hasil pemilu di AS menarik pelaku pasar kembali ke aset berisiko," ujar Ibrahim dikutip Antara, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.557 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.609 per dolar AS.

"Dengan masih berlanjutnya penghitungan suara Pilpres di AS, Investor kembali mencari investasi yang menguntungkan salah satunya pasar finansial dalam negeri. Itu bisa dilihat dari pergerakan arus modal asing yang sebelumnya keluar dari pasar, kembali parkir di pasar finansial dalam negeri," kata Ibrahim.

Baca juga artikel terkait PILPRES AS atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight