TKN: Robertus Robet Tidak Salah, Harus Kembali ke Supremasi Sipil

Oleh: Haris Prabowo - 8 Maret 2019
"Kritikan Robertus adalah sebagai upaya agar TNI harus kembali kepada supremasi sipil," kata Ace.
tirto.id - Juru bicara TKN Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily, menilai penangkapan terhadap dosen dan aktivis Robertus Robet karena menyanyikan lagu kritik terhadap ABRI di Aksi Kamisan, merupakan sesuatu yang tidak dapat dibenarkan. Ace menilai yang dilakukan Robet merupakan sebuah kritik yang wajar, bukan sebuah penghinaan.

"Bagi kami soal penangkapan Robertus Robert disesalkan ya, karena bagaimanapun apa yang disampaikan atau dinyanyikan oleh Robertus Robet harus dilihat secara utuh. Kritikan Robertus adalah sebagai upaya agar TNI harus kembali kepada supremasi sipil, tidak lagi apa seperti zaman orde baru dulu yang menerapkan dwifungsi ABRI, begitu," katanya saat ditemui di ruangannya di DPR RI, Jumat (8/3/2019) pagi.

Menurut Ace, penangkapan Robert karena nyanyian dan kritikan bisa mengganggu kebebasan berekspresi dan berdemokrasi di Indonesia.

"Oleh karena itu bagi kami, tentu penangkapan Robertus sangat kami sesalkan, karena itu bisa mengganggu terhadap kebebasan berpendapat dan berdemokrasi dan saya kira dilihat juga secara substansi dari apa yang disampaikan seseorang Robertus Robert," katanya.

Ace mengaku dulu saat menjadi aktivis 1998 sering menyanyikan lagu tersebut. Namun, ia melihat saat ini tak ada lagi namanya ABRI, yang ada hanya TNI.

"Kita tahu bahwa justru hampir perbincangan di antara kami juga sangat menyesalkan ya. Karena apa? Karena apa yang dilakukan oleh Robertus Robert adalah sebagai sebuah ada upaya memang dari berbagai pihak yang mencoba menarik kembali TNI ke ranah politik dan saya kira itu bertentangan dengan semangat reformasi kita," kata Ace.


Baca juga artikel terkait DWIFUNGSI ABRI atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - )

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight