Menuju konten utama

Timnas AMIN Kritik Media Center Indonesia Maju Bentukan Bahlil

Billy David mengkritik pembentukan Media Center Indonesia Maju yang dibentuk oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Timnas AMIN Kritik Media Center Indonesia Maju Bentukan Bahlil
Menteri Investasi cum Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia saat meresmikan Media Center Indonesia Maju di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2023). tirto.id/Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Billy David, mengkritik pembentukan Media Center Indonesia Maju yang dibentuk oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pertama, dia mengkritik nama media center yaitu 'Indonesia Maju' yang terkesan berafiliasi dengan salah koalisi capres-cawapres.

"Poin yang pertama adalah pemilihan redaksional yang katanya 'Indonesia Maju' terkesan afiliasi salah satu yaitu Koalisi Indonesia Maju," kata Billy di Kantor Timnas AMIN, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (6/12/2023).

Media center tersebut dinilai tak netral bukan hanya nomenklaturnya, namun juga lokasinya yang berdekatan dengan kantor Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Selain nama tadi, urgensi pemilihan lokasi juga sensitif. Lokasi kantornya juga mendekati tempat koalisi TKN. Kita patut pertanyakan hal tersebut," kata Billy.

Billy juga menyindir media center tersebut yang dibentuk oleh Kementerian Investasi. Menurutnya, ini sejarah karena pemerintah pertama kali membentuk corong informasi bukan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kemudian, secara kewenangan instansi kan Kominfo yang bertanggung jawab akan hal itu. Bahkan kita dengar juga di media bahwa Kominfo malah nggak pernah dilibatkan sama sekali katanya di isu tersebut," kata dia.

Menurutnya, media center berpotensi membuat kebingungan bagi masyarakat Indonesia. Dia meminta pemerintah, terkhusus Kementerian Investasi untuk memberi penjelasan alasan pembentukan dan pemberian nama agar pemerintah terkesan tak berpihak pada salah satu pasangan calon.

"Jadi kalau saya melihat perlu dijelaskan oleh media center berkaitan dan pemberian nama itu juga harus kita pertanyakan," kata Billy.

Kementerian Investasi membentuk Media Center Indonesia Maju untuk menjaga iklim investasi di tengah momentum politik Pemilu 2024. Media Center Indonesia Maju ini berlokasi di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Menteri Investasi cum Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengatakan, media center ini dibentuk dalam rangka untuk mengecek kembali kesalahan informasi, termasuk plesetan data di tengah atmosfer pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Ia menyadari pada tahun politik, pemerintah perlu untuk melakukan percepatan memberi informasi ataupun klarifikasi terhadap berbagai masukan, kritikan ataupun plesetan data dari peserta Pemilu 2024.

"Jadi media center ini bukan media center capres-capresan, jadi tidak untuk capres-capresan tapi ini untuk pelurusan informasi data dari Pemerintah sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid atau pun serangan yang diterima (untuk pemerintah)," kata Bahlil saat jumpa pers di lokasi.

Bahlil lantas menyinggung kubu pasangan capres-cawapres peserta Pilpres 2024, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang hendak mengkaji ulang lokasi pembangunan Ibu Kota Negara. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Bappenas akan dilibatkan dalam menjelaskan urgensi pembangunan proyek IKN.

Menurut Bahlil, pertumbuhan ekonomi harus berjalan meski di tengah momentum politik yang mulai memanas. Sebab, kata dia, salah satu ciri pertumbuhan ekonomi tetap stabil bila stabilitas politik terjaga.

"Karena itu saya sebagai Menteri Investasi berpandangan punya kepentingan betul dalam rangka menjaga stabilitas investasi dan pertumbuhan ekonomi," tutur Bahlil.

Baca juga artikel terkait MEDIA CENTER INDONESIA MAJU atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Anggun P Situmorang