tirto.id - Kantor SAR Jakarta mengatakan tidak menemukan tiga orang yang disebut menjadi korban dari peristiwa asap mengepul di dalam tambang milik PT Antam UBPE Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proses pencarian pun telah dilakukan sampai ke titik yang disebut terlihat masih adanya korban.
“Kedalaman galian mencapai lebih kurang 200 meter dengan diameter lebar 50-70 CM, Tim Rescue dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), Alat detektor Gas, dan Peralatan SAR untuk di ruang terbatas (Confined Space Rescue) masuk ke area galian tersebut,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, dalam keterangan resmi, Rabu (20/1/2026).
Kantor SAR Jakarta, kata Desiana, menutup operasi pencarian korban. Keputusan penutupan operasi diumumkan setelah proses pencarian oleh Tim SAR tidak menemukan tiga korban yang dikabarkan terjebak.
“Setelah Tim Rescue kami yang terdiri Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, dan hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi,” ucap dia.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penghentian Operasi Pencarian dan Pertolongan.
Dia berpesan agar masyarakat mematuhi aturan mengenai Objek Vital, terutama dalam melakukan aktivitas pertambangan. Hal itu guna melindungi diri dari hal-hal bisa merugikan keselamatan jiwa.
Desiana menyatakan lubang tambang yang tiba-tiba mengeluarkan gas CO, sedianya telah ditutup PT Antam. Penutupan dinilai karena area tambang tidak stabil, terdapat beberapa titik yang mengalami pelapukan, serta kandungan udara yang tidak layak.
“Selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah Objek Vital, karena hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekuensi yang timbul dari hal tersebut menjadi kelalaian pada diri kita sendiri,” ungkap dia.
Adapun tiga korban yang sempat dilakukan pencarian sebelumnya, yaitu:
1. Akim, warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya
2. Aji, warga Kampung Anyar, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya
3. Adam, warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































