Menuju konten utama

Tim SAR Lanjutkan Pencarian 80 Korban Banjir dan Longsor Cisarua

Operasi SAR hari kedua di Cisarua, Bandung Barat, masih mencari sekitar 80 warga hilang akibat longsor, dengan cuaca dan medan lumpur jadi hambatan utama.

Tim SAR Lanjutkan Pencarian 80 Korban Banjir dan Longsor Cisarua
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan bersama pihak desa setempat hingga pukul 12.30 WIB, sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) atau 113 jiwa terdampak bencana tanah longsor dengan rincian 23 orang selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian pada hari kedua terhadap puluhan warga yang dilaporkan hilang akibat bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan bahwa pada hari kedua operasi, tim sempat melakukan penghentian sementara untuk keperluan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, Polri, hingga relawan.

“Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Di lapangan ada SAR Mission Koordinator yang mengkoordinir berbagai unsur yang hadir. Informasi yang juga kita terima, masih ada kira-kira 80 warga yang dinyatakan hilang,” katanya dikutip dari Antara pada Minggu (25/1/2026).

Sebelumnya, tim SAR mencatat sebanyak 12 kantong jenazah korban longsor telah diserahkan ke pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Selain korban jiwa, bencana longsor tersebut juga berdampak pada permukiman warga. Lebih dari 30 rumah terdampak dari total 34 kepala keluarga, sementara jumlah pengungsi diperkirakan berkisar antara 300 hingga 400 orang.

“Sementara yang kita dapat, jumlah korban yang terdampak ada 113 orang dari 34 kepala keluarga. Itu informasi awal. Kemudian dari kejadian tersebut telah bisa kita selamatkan 23 personel,” ujarnya.

Ade Dian menjelaskan, penggunaan alat berat dalam proses pencarian masih bergantung pada kondisi medan di lokasi kejadian. Material longsoran yang didominasi tanah bercampur air menyebabkan permukaan menjadi sangat lunak.

“Alat berat sudah disiapkan. Jika memungkinkan dan aman, akan langsung kita turunkan. Namun bila belum bisa, pencarian akan dilakukan secara manual,” jelasnya.

Ia menambahkan, cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pencarian. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, ditambah kondisi longsoran yang belum stabil, dinilai berisiko bagi keselamatan tim penyelamat.

“Yang pertama, kita sangat ketergantungan dengan cuaca, mudah-mudahan hari ini lebih baik. Kedua adalah kondisi longsoran yang masih berupa lumpur sehingga menyulitkan pekerjaan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil asesmen awal, ketebalan material longsoran diperkirakan mencapai sekitar lima meter dengan lebar area terdampak sekitar 100 meter. Sementara jarak dari mahkota longsoran hingga titik akhir diperkirakan mencapai tiga kilometer.

Untuk mendukung kelancaran operasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan modifikasi cuaca di wilayah terdampak.

“Pak Gubernur menyampaikan mulai hari ini akan dilakukan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan ini efektif sehingga proses pencarian bisa berjalan lebih lancar,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Flash News
Reporter: Antara
Penulis: Antara
Editor: Rina Nurjanah