Menuju konten utama

Tiga Proyek Sampah Jadi Energi Danantara Resmi Jadi PSN

Status PSN ini menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi kini menjadi agenda prioritas nasional.

Tiga Proyek Sampah Jadi Energi Danantara Resmi Jadi PSN
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir saat ditemui di Kemenk Pangan, Senin (11/5/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) resmi menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Ketiga proyek yang masuk dalam gelombang pertama ini berlokasi di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.

Penetapan status PSN tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 yang memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam daftar proyek strategis nasional.

Selain itu, kebijakan ini juga merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 serta Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, mengatakan PT Danantara Investment Management (DIM) bersama anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), menyambut baik penetapan ini.

Menurutnya status PSN ini menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi kini menjadi agenda prioritas nasional.

"Penetapan PSN di tiga lokasi gelombang pertama ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah,” kata Pandu dalam keterangan resmi, Rabu (10/6//2026).

Menurutnya, proyek-proyek ini tidak hanya diharapkan menyelesaikan persoalan sampah perkotaan, tetapi juga mendukung peningkatan bauran energi terbarukan, pengurangan emisi, serta pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Sebagai perusahaan yang dibentuk khusus untuk mengembangkan platform PSEL nasional, Denera bertugas mengembangkan proyek-proyek tersebut melalui investasi strategis, pemilihan teknologi, serta kemitraan lintas sektor.

“Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA, hingga optimalisasi pemanfaatan sampah menjadi energi," ujar Pandu.

Penetapan status PSN dilakukan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional yang diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Surat keterangan tersebut diberikan kepada masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) di ketiga lokasi.

Ketiga BUPP yang telah memperoleh status PSN adalah Bekasi Environment Nusantara untuk PSEL Kota Bekasi di Provinsi Jawa Barat, Nusantara Bogor New Energy untuk PSEL Bogor Raya di Provinsi Jawa Barat, serta Nusantara Bali New Energy untuk PSEL Denpasar Raya di Provinsi Bali.

Ketiga BUPP ini dibentuk berdasarkan pemilihan mitra PSEL oleh DIM, dan bertanggung jawab atas pengembangan serta pelaksanaan proyek di masing-masing lokasi sesuai rencana dan tata kelola yang disepakati bersama pemerintah.

Dengan status PSN, ketiga proyek tersebut akan memperoleh dukungan pelaksanaan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Fasilitasi penyelesaian hambatan proyek serta berbagai instrumen yang diperlukan turut disiapkan untuk memastikan pembangunan berjalan secara efisien dan sesuai target.

Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, mengatakan penetapan PSN ini menunjukkan pengelolaan sampah melalui PSEL bukan lagi sekadar kebutuhan daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional.

"Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," ujar Fadli.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama