Menuju konten utama

Tertekan Isu Domestik, Rupiah Turun 0,2% ke Rp16.755 per US$

Sentimen negatif dari dalam negeri, menyusul pemangkasan peringkat saham Indonesia menjadi underweight oleh Goldman Sachs Group Inc, tekan rupiah.

Tertekan Isu Domestik, Rupiah Turun 0,2% ke Rp16.755 per US$
Warga memperlihatkan uang rupiah saat layanan penukaran uang rupiah layak edar pada mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) di Pasar Tradisional Setonobetek, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (18/9/2025). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU

tirto.id - Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.755 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (28/1/2026), turun 33 poin atau 0,2 persen dari penutupan hari sebelumnya yang senilai Rp16.722 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia cukup bervariasi, dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, mencapai 0,20 poin atau 0,34 persen ke posisi 58,95 per dolar AS dan diikuti oleh ringgit Malaysia yang mengalami penurunan sebesar 0,01 poin atau 0,22 persen ke level 3,93 per dolar AS.

Selain itu, dolar Taiwan juga anjlok, dengan penurunan sebesar 0,06 poin atau 0,20 persen ke level 31,34 per dolar AS; baht Thailand turun 0,06 poin atau 0,20 persen ke posisi 31,17 per dolar AS; rupee India turun turun 0,17 poin atau 0,19 persen menjadi 91,95 per dolar AS. Sementara dolar Singapura dan dolar Hong Kong cenderung tidak beranjak dari perdagangan sebelumnya, di mana masing-masing sebesar 1,26 per dolar AS dan 7,80 per dolar AS.

Di sisi lain, won Korea justru mengalami penguatan sebesar 0,33 persen ke posisi 1.431,02 per dolar AS; yuan Cina naik 0,03 persen ke level 6,95 per dolar AS; dan yen Jepang menguat 0,04 persen ke posisi 153,35 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah ini terjadi di tengah sentimen negatif dari dalam negeri, menyusul pemangkasan peringkat saham Indonesia menjadi underweight oleh Goldman Sachs Group Inc.

“Dalam skenario terburuk, apabila status Indonesia diturunkan dari pasar negara berkembang menjadi pasar frontier, dana pasif berbasis indeks MSCI diperkirakan bisa melepas aset hingga 7,8 miliar dolar AS,” jelas Ibrahim, dalam keterangan resmi.

Selain itu, tekanan juga datang dari potensi keluarnya dana sekitar 5,6 miliar dolar AS, jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi serta status free float pasar saham yang dirilis Bursa Efek Indonesia.

Sebaliknya, tekanan dari global justru relatif terbatas. Namun, ketegangan geopolitik yang dipicu oleh pertimbangan Presiden AS yang dikabarkan akan melanjutkan opsi militer terhadap Iran masih menjadi pendorong sentimen negatif bagi pasar keuangan dunia.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.750- Rp16.780 per dolar AS," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana