tirto.id - Terkadang, kesibukan harian membuat kita merindukan rehat sejenak tanpa harus merencanakan perjalanan yang rumit dan menyita waktu. Keinginan untuk mencari suasana baru, menikmati hidangan berkelas, menyusuri sudut kota bersejarah, hingga menghirup udara segar tepi pantai sering kali terhalang oleh jarak dan waktu yang terbatas.
Namun, melintasi Selat Malaka kini tak lagi membayangkan perjalanan panjang yang melelahkan. Di balik bentangan awan, Malaysia menyapa sebagai destinasi pelarian singkat dan menawarkan harmoni antara budaya, alam, petualangan, hingga layanan wellness.
Petualangan eksplorasi ini dimulai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Pulau Pinang melalui rute langsung Jakarta–Penang yang dioperasikan oleh TransNusa. Pengalaman perjalanan yang menyenangkan telah terasa sejak pertama kali melangkah ke dalam kabin.
TransNusa memberikan fasilitas bagasi tercatat gratis hingga 20 kg, bagasi kabin 7 kg, serta desain ruang kaki yang lapang. Kenyamanan ini memastikan para pelancong dapat menikmati perjalanan udara dengan santai, siap menyambut petualangan tanpa rasa lelah setibanya di destinasi.

Menjejakkan kaki di Penang, langsung disambut oleh kekayaan budaya dan tradisi yang kental. Sebagai salah satu destinasi unggulan Malaysia, Pulau Pinang menyuguhkan perpaduan yang unik antara warisan sejarah, kuliner legendaris, serta layanan kesehatan (wellness) kelas dunia.
Eksplorasi dimulai dengan menjelajahi kawasan George Town yang sarat nilai sejarah dan arsitektur kuno. Langkah kaki menyusuri Harmony Street, sebuah lorong kehidupan bernilai tinggi tempat berbagai rumah ibadah dari beragam agama berdiri berdampingan secara damai. Di samping pesona sejarahnya, Penang memperlihatkan posisinya yang strategis sebagai destinasi perjalanan singkat yang melayani kebutuhan pemulihan diri, baik melalui wisata gastronomi lokal yang kaya rasa maupun fasilitas wellness modern.
Dari semaraknya suasana Penang, petualangan berlanjut menuju Perlis, negeri terkecil di Malaysia yang menyimpan keindahan tersembunyi. Perlis menawarkan suasana yang jauh berlawanan lanskap yang tenang, ketentraman kehidupan lokal, serta kehangatan masyarakatnya.
Di sini, kami menikmati seni visual luar ruang di Kangar Street Art, tempat dinding-dinding kota disulap menjadi kanvas ekspresi artistik. Perjalanan berlanjut ke Kampung Warna Warni Kuala Perlis, sebuah pemukiman pesisir yang tampil memikat dengan rona warna-warni cerah yang memanjakan mata, memberikan sudut pandang dan pengalaman otentik tentang sisi lain Malaysia yang damai.
Dari Kuala Perlis, kami menyebrang menuju Pulau Langkawi menggunakan ferry. Langkawi menyajikan pengalaman wisata yang semakin beragam, memadukan pesona bahari dan atraksi alam berskala internasional.
Di pulau ini, kami menikmati pelayaran Premium Sunset Cruise menyusuri perairan tenang saat matahari terbenam. Sensasi memacu adrenalin dihadirkan melalui pengalaman island hopping mengendarai jet car di atas permukaan laut, serta menyaksikan keindahan panorama kepulauan dari ketinggian menggunakan Langkawi SkyCab.
Tak berhenti saat malam tiba, peserta diajak memasuki arena magis Dream Forest Langkawi, sebuah pengalaman malam interaktif yang menghidupkan legenda dan cerita rakyat lokal di tengah rindangnya hutan hujan. Keseluruhan petualangan ini kian lengkap dengan eksplorasi kuliner lokal khas Malaysia yang memanjakan lidah. Sementara itu, Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, menegaskan pentingnya momentum tersebut.
“Melalui Famtrip ini, kami ingin memperlihatkan bahawa Malaysia bukan hanya mudah dijangkau, tetapi juga menawarkan pengalaman yang beragam dalam satu perjalanan singkat. Dari warisan budaya dan kuliner Penang, keunikan Perlis, hingga alam dan petualangan di Langkawi, kami berharap pengalaman langsung ini dapat menginspirasi lebih banyak wisatawan Indonesia untuk memilih Malaysia sebagai destinasi short getaway,” kata Hairi dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Sementara itu, CEO Grup TransNusa, Bernard Francis, menambahkan mengenai peran penting konektivitas karena bagian penting dari keseluruhan pengalaman perjalanan. Lebih lanjut, dia berharap melalui kolaborasi dengan tourism Malaysia dapat menunjukkan kepada wisatawan Indonesia perjalanan ke Malaysia dapat dilakukan dengan mudah, nyaman, dan menyenangkan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat semakin mendorong minat wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi di Malaysia melalui konektivitas TransNusa,” ungkap Bernard.
Penulis: Intan Umbari Prihatin
Editor: Intan Umbari Prihatin
Masuk tirto.id


































