tirto.id - Shalat tarawih Muhammadiyah dilakukan berapa rakaat? Bagi umat Islam yang pada Ramadhan 2026 ini ingin mengikuti jumlah rakaat tarawih Muhammadiyah, apakah perlu shalat iftitah terlebih dulu sebelum memulai qiyamul lail khusus Ramadhan tersebut?
Shalat tarawih yang juga disebut sebagai qiyamul lail atau qiyamuRamadhan adalah shalat sunnah muakkadah yang pelaksanaannya dilakukan setelah shalat isya atau lebih malam. Di Indonesia, ada kecenderungan untuk mengerjakan shalat tarawih berjemaah di masjid atau musala, meskipun shalat tarawih dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).
Jumlah rakaat shalat tarawih dalam berbagai tradisi, cukup beragam. Ada yang 8 rakaat ditambah dengan 3 rakaat witir, atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Tata cara shalat tarawih versi Muhammadiyah pun punya ketentuan tersendiri. Umumnya, yang dijumpai adalan 4 rakaat demi 4 rakaat. Lantas, bagaimana formasi shalat tarawih Muhammadiyah?
Tarawih Muhammadiyah Berapa Rakaat & Apa Formasinya?
Masyarakat muslim Muhammadiyah menunaikan salat tarawih sebanyak 8 rakaat. Setelah itu, dilanjutkan dengan salat witir sebanyak 3 rakaat.
Mengenai formasi, tarawih versi Muhammadiyah dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni 4-4-3 dan 2-2-2-2-2-1. Formasi 4 rakaat demi 4 rakaat ini didasarkan pada riwayat ‘Aisyah ra., yaitu, "Nabi saw. tidak pernah melakukan shalat sunnah pada Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian, beliau salat lagi tiga rakaat (witir).” (H.R. Bukhari).
Sementara itu, formasi kedua, yakni 2-2-2-2-2-1. Artinya, formasi ini dilakukan 2 rakaat demi 2 rakaat. Rujukannya adalah riwayat dari Ibnu Abbas, bahwa ia "berdiri di samping Rasulullah, kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah salat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah salat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan. Maka, bangunlah Rasulullah dan salat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan salat subuh.”
Apa Tarawih Muhammadiyah Harus Salat Iftitah Dulu?
Selain salat tarawih, bagi kalangan Muhammadiyah, ada ibadah sunnah lainnya yang umum dikerjakan, yakni shalat sunbah iftitah. Shalat iftitah dilakukan sebelum qiyamul lail, baik sebelum salat tahajud maupun tarawih.
Mengenai anjuran salat iftitah sebelum tarawih, dalil yang berkaitan dengan shalat tersebut, di antaranya adalah riwayat dari Aisyah, "Adalah Rasulullah saw. apabila akan melaksanakan salat lail, beliau memulai (membuka) salatnya dengan (salat) dua rakaat yang ringan-ringan.” (H.R. Muslim)
Dari riwayat Abu Hurairah, Nabi saw. bersabda: ‘Apabila seorang dari kamu akan melakukan salat lail, hendaklah memulai salatnya dengan dua rakaat yang ringan-ringan" (H.R. Muslim)
Dalam buku Tuntunan Ramadhan yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dijelaskan bahwa shalat iftitah yang berjumlah 2 rakaat, dilakukan sebelum melaksanakan qiyamul lail atau qiyamu Ramadhan.
Tata cara melakukan salat iftitah 2 rakaat yaitu sama seperti shalat sunnah lainnya, dengan membaca doa iftitah “subhanallah dzil malakti wal jabaruti wal kibriya'i wal ‘azhamah” setelah takbiratul ihram. Ini dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah, lalu ruku, i’tidal, sujud seperti biasa. Hal yang sama berlaku di rakaat kedua, hanya membaca surat Al-Fatihah. Sebagai catatan, dalam dua rakaat salat iftitah hanya membaca surat Al-Fatihah dan tidak membaca surat lain.
Pembaca yang tertarik dengan rekomendasi artikel terbaru Tirto.id Ramadhan 2026, dapat mengakses via tautan ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































