Tanggapi Prabowo, CORE: Indonesia Tetap Butuh Impor Bahan Pangan

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 1 April 2019
Dibaca Normal 1 menit
CORE mengatakan, impor tetap perlu dilakukan seperti gandum yang tidak bisa diproduksi di Indonesia.
tirto.id - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berjanji akan menyetop impor bahan makanan bila terpilih dalam Pilpres 2019. Janji itu disampaikan Prabowo dalam Debat Pilpres ke-4.

Namun, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, impor tetap diperlukan terutama bagi komoditas yang tidak bisa diproduksi di Indonesia. Misalnya gandum yang nilai impor di tahun 2017 memang mencapai 10 juta ton.

“Untuk bahan pangan lain yang tidak mungkin ditanam seperti gandum itu ya kita enggak bisa memenuhi sendiri. Jadi harus impor meski kebutuhan dalam negeri kita banyak,” ucap Faisal saat dihubungi reporter Tirto, pada Senin (1/4/2019).

Selain itu, kata Faisal, impor juga tetap diperlukan untuk menutupi kekurangan pasokan komoditas yang diproduksi di Indonesia. Pasalnya, ia menilai, saat ini Indonesia masih belum maksimal terkait persoalan produksi. Alhasil, meski bisa diproduksi sendiri, jumlahnya masih tetap belum bisa mencukupi kebutuhan, seperti gula.

Kendati demikian, Faisal optimistis suatu saat Indonesia dapat melakukan swasembada, baik beras atau komoditas lain. Hanya saja, Faisal menilai, masalah pangan di Indonesia tetap harus diperbaiki agar bisa melakukan hal tersebut.

Paling tidak, menurut Faisal, presiden terpilih harus mampu mengurangi kesalahan jumlah maupun waktu dalam melakukan impor.

Beberapa persoalan itu adalah masalah kapasitas Bulog yang masih terbatas, simpang siur data perdagangan BPS, hingga masalah produksi harus dapat diselesaikan terlebih dahulu.

“Lalu masih ada masalah data yang simpang siur antara perdangangan dan BPS. Kebijakan impor pangan kadang masih salah timing dan besarannya juga salah,” ucap Faisal.

Calon presiden Prabowo Subianto, dalam Debat ke-4 Pilpres mengatakan, dirinya tidak akan melakukan impor apabila terpilih menjadi presiden Indonesia.

"Saya berjuang agar Indonesia dihormati. Indonesia kuat. Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia menyejahterakan rakyatnya. Indonesia dihormati karena rakyat sejahtera, bukan karena rakyat miskin. Kita tidak akan impor bahan makanan dari luar negeri. Itu Prabowo-Sandi," kata Prabowo, Sabtu (30/3/2019).


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight