Menuju konten utama

Tangani Lumpur, Bupati Aceh Tamiang Minta Pusat Kirim Alat Berat

Bupati sebut tumpukan lumpur di Aceh Tamiang telah mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat

Tangani Lumpur, Bupati Aceh Tamiang Minta Pusat Kirim Alat Berat
Foto udara, lahan yang telah dibersihkan untuk pembangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (19/12/2025). Pemerintah mempersiapkan lahan milik Pemkab Aceh Tamiang dan lahan perkebunan perusahaan untuk dibangun tempat hunian sementara korban bencana banjir bandang. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.

tirto.id - Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan alat berat untuk mengangkat lumpur yang menimbun perumahan warga hingga ke area persawahan. Hal ini ia sampaikan dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana dengan kementerian/lembaga daerah terdampak, Selasa (30/12/2025).

"Sekarang ini masalahnya adalah di desa-desa, kami perlu alat berat yang banyak mungkin. Kita mempunyai 216 desa, semuanya salah satunya ada lumpur," tuturnya.

Menurut Armia, tumpukan lumpur di Aceh Tamiang telah mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Ribuan hektare lahan sawah disebut masih tertimbun lumpur hingga saat ini.

Akan tetapi, Armia menyebut masyarakat tetap berupaya menanam di atas timbunan lumpur. Ia mengaku tidak mengetahui apakah langkah tersebut akan membuahkan hasil atau tidak.

"Terus terang saja 8.000 hektare lebih sawah kami semua tertimbun lumpur, tetapi ada petani yang nekat di atas lumpur tersebut dia pun tetap menanam padi. Kita melihat bagaimana hasilnya. InsyaAllah ini bisa kita upayakan," urainya.

Ia meyakini aktivitas perekonomian warga akan kembali pulih setelah pemerintah dapat menyediakan alat berat untuk mengangkat timbunan lumpur tersebut.

Di sisi lain, Armia menyatakan bahwa kawasan ibu kota Aceh Tamiang juga masih tertutup lumpur sekitar 80 persen. Sementara itu, sebanyak 20 persen kawasan sudah berhasil dibersihkan.

"Masih ada beberapa parit yang masih padat oleh lumpur. InsyaAllah ini bisa diselesaikan dalam waktu dua hari," sebutnya.

"Lumpurnya apa bila kita segera selesaikan dalam waktu mungkin satu bulan ini, mungkin alhamdulillah masyarakat bisa agak aman dalam mereka menjalani suatu kegiatan-kegiatan, baik itu untuk perekonomian maupun pertanian," sambung Armia.

Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana