Menuju konten utama

Tak Cuma Scroll & Posting, Admin Media Sosial Harus Serba Bisa

Admin media sosial makin dibutuhkan seiring tren industri global. Admin medsos punya tantangan kreatif, komunikatif, & bisa multitasking (prinsip palugada).

Tak Cuma Scroll & Posting, Admin Media Sosial Harus Serba Bisa
Ilustrasi pekerjaan admin media sosial. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Laporan Global Digital Overview yang dirilis DataReportal bersama Kepios mencatat bahwa pengguna media sosial aktif global telah menyentuh 5,79 miliar akun. Jumlah ini setara dengan 69,9% dari total populasi bumi. Riset dari GlobalWebIndex (GWI) menunjukkan rata-rata orang menghabiskan 2 jam 21 menit sehari untuk mengoperasikan sekitar 6 platform media sosial berbeda.

Di Indonesia, lonjakan ekosistem digital ini selaras dengan tingginya permintaan tenaga pengelola akun. Apalagi, media sosial mengalami transformasi besar-besaran dalam 2 dekade terakhir. Medsos bukan lagi sekadar saluran interaksi personal. Media sosial adalah mesin pertumbuhan bisnis, sarana promosi, sekaligus pembentuk citra publik. Perubahan peran medsos inilah yang membuat sosok admin media sosial punya peran vital. Profesi ini jadi garda terdepan yang menghubungkan pemilik usaha dengan audiensnya.

Sebagaimana disorot Forbes Communications Council, pengelola media sosial kini memegang peranan strategis. Kerja mereka bukan sekadar pembalas pesan. Ruang lingkup kerja admin media sosial juga meliputi pengelolaan social commerce sampai analisis perilaku konsumen secara real-time. Bahkan, insight mereka yang berprofesi mengelola media sosial sebuah perusahaan saat terjadi manajemen krisis.

Admin Social Media Bukan Cuma Soal Interaksi dengan Followers

Sebuah perusahaan atau lembaga membutuhkan seorang admin medsos untuk memenuhi kebutuhan interaksi dengan orang lain. Ini tidak hanya mencakup pengikut (followers) perusahaan tersebut di berbagai platform, tetapi juga calon pembeli/pelanggan.

Pasalnya, interaksi sebuah perusahaan di medsos tak hanya dalam kebutuhan memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan terkait produk. Interaksi di medsos juga bisa meningkatkan performa dan potensi produk diketahui lebih banyak orang.

Pekerjaan admin medsos ini cukup populer di kalangan Gen Z. Admin medsos yang juga disebut Social Media Specialist atau Social Media Manager, tidak hanya punya satu jenis tugas, tetapi beragam.

Secara prinsip, admin media sosial merupakan orang yang dipercaya untuk mengelola media sosial dan mengoperasikannya. Dia tidak hanya berinteraksi dengan sesama pengguna medsos, tapi juga membuat akun medsos hingga produk perusahaan atau individu yang dipegangnya menjangkau lebih banyak orang.

Yang Tabu dan Tak Tabu untuk Admin Medsos

Pada dasarnya, admin medsos bertugas dalam pengelolaan media sosial perusahaan, lembaga, atau tokoh populer. Namun, cakupannya bisa sangat luas, meliputi penyampaian informasi hingga promosi.

Media sosial yang dikelola pun beragam, seperti Instagram, TikTok, Telegram, hingga Facebook. Biasanya, admin medsos mengelola keseluruhan medsos perusahaan atau medsos tertentu saja.

Dalam beberapa kasus, admin medsos juga memiliki nilai lebih jika mempunyai kemampuan membuat konten, seperti membuat video hingga editing. Namun, tidak semua admin medsos mendapat tugas demikian.

Karena admin medsos berinteraksi secara online, umumnya pekerjaan ini lebih banyak dikerjakan secara remote. Terkait jam kerja, ada dua kemungkinan, yaitu bekerja pada jam kerja nine to five (pukul 9 pagi hingga 5 sore) atau di luar jam kerja menyesuaikan waktu yang tepat untuk engagement.

Ilustrasi pekerjaan admin media sosial

Ilustrasi pekerjaan admin media sosial. FOTO/iStockphoto

Selengkapnya, berikut ini tugas dan kewajiban seorang admin medsos.

Berkomunikasi dengan Followers secara Baik dan Sopan

Media sosial menghubungkan followers dan pemilik akun (perusahaan/instansi atau individu). Baik masyarakat umum maupun calon pembeli/pengguna jasa dapat mengetahui informasi seputar perusahaan/instansi atau individu melalui medsos.

Oleh karenanya, tugas seorang admin medsos adalah memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut. Usahakan penyampaian informasi itu dilakukan dengan cara yang baik dan jelas.

Admin medsos biasanya menjawab pertanyaan melalui fitur Direct Message (DM) atau Inbox. Tapi, admin medsos juga bisa menjawab melalui kolom komentar jika ada yang bertanya di situ.

Merencanakan, Membuat, dan Publikasi Konten

Media sosial adalah tempat untuk berinteraksi antar-sesama pengguna. Untuk itu, pengguna medsos mengkreasikan konten agar bisa saling terhubung.

Kontennya diharapkan bisa menghibur atau edukatif sehingga banyak dibicarakan, lalu menciptakan keterhubungan hingga menambah interaksi. Maka, tugas utama seorang admin medsos adalah merencanakan sebuah konten.

Adapun konten itu umumnya berisi informasi. Semakin banyak konten media sosial menunjukkan sebuah akun itu aktif sehingga, dalam beberapa kasus, terpercaya.

Hal ini dapat menjadi salah satu pertimbangan calon pembeli atau pengguna jasa dalam menggunakan produk/jasa yang ditawarkan. Dengan melihat media sosial sebuah perusahaan atau lembaga, seseorang bisa saja mengetahui tata kelola atau manajemen di dalamnya. Sehingga, tingkat kepercayaan bisa dibangun dari konten dan tingkat keaktifan tersebut.

Untuk itulah sebuah perusahaan membutuhkan admin medsos atau Social Media Manager. Tugasnya yakni merencanakan akan ada konten apa saja yang bisa dibuat dan diunggah dalam waktu dekat, atau dalam jangka waktu satu minggu/bulan.

Ini akan memudahkan para content creator hingga content writer atau copy writer dalam mempersiapkan sebuah konten sebelum disajikan ke warganet.

Misalnya, dalam satu bulan terdapat hari penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, seperti buku. Jauh-jauh hari, admin medsos bisa merencanakan konten apa saja yang ingin dibuat.

Tak hanya itu, karakteristik serta target konten juga perlu disesuaikan. Untuk hal yang bersifat formal atau resmi, konten yang dibuat umumnya tidak disertai dengan candaan atau penuh komedi.

Sebaliknya, jika target penonton konten adalah para remaja, konten biasanya dikemas dengan cara yang menghibur. Ini juga berlaku pada konten yang sifatnya edukatif hingga promosi.

Jika konten sudah selesai dibuat, mulai dari mempersiapkan materi gambar/video, proses editing, hingga pembuatan caption/deskripsi sudah selesai, konten bisa dipublikasikan.

Ilustrasi media sosial

Ilustrasi media sosial. FOTO/iStockphoto

Menganalisis Data dan Melacak Kinerja

Seorang admin medsos punya kebutuhan untuk memahami algoritma suatu media sosial, seperti Instagram, TikTok, X/Twitter, hingga Facebook. Pasalnya, karakteristik tiap medsos dan penggunanya pun berbeda.

Hal ini membutuhkan analisis performa medsos dengan konten dan interaksi yang dibangun. Jika performanya menurun, admin medsos bisa mengubah strategi dalam produksi konten untuk meningkatkan engagement.

Tak kalah penting, seorang admin medsos juga perlu mengetahui basis followers masing-masing di tiap akun medsos. Ini karena pengguna di tiap jenis medsos bisa saja berbeda usia.

Dengan begitu, admin medsos perlu menyesuaikan konten yang dibuat dengan melihat engagement tiap postingan. Terpenting, admin medsos juga perlu mengetahui tren yang sedang marak dibicarakan (viral).

Menyusun Laporan

Setiap akun medsos bisa memiliki performa yang berbeda. Selain menganalisis performa atau kinerja akun medsos, admin juga perlu menyusun laporan dari tiap media sosial yang dikelola.

Bentuk laporan itu mencakup informasi tentang jumlah followers (kenaikan dan penurunannya), engagement (seberapa tinggi sebuah konten menjangkau warganet), hingga konten yang terbilang berhasil atau mencapai ribuan atau jutaan penonton.

Laporan ini akan berguna bagi perusahaan dalam mempelajari pasar. Dalam jangka pendek, laporan dapat membantu seorang admin medsos mengembangkan akun dan kontennya.

Namun, dalam jangka panjang, laporan ini bisa dijadikan rujukan atau pembelajaran bagi perusahaan, bahkan jika posisi admin diganti orang lain. Setiap kekurangan atau capaian dapat dipelajari dari laporan tersebut.

 Ilustrasi Penggunaan Media Sosial

Ilustrasi Penggunaan Media Sosial. foto/SPENCER PLATT/Getty Images

Menjaga Keamanan Akun dan Kerahasiaan Data

Admin medsos bisa mengetahui informasi di dalam sebuah perusahaan atau brand. Tugasnya, yakni menjaga agar data perusahaan tidak tersebar.

Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan komputer/laptop perusahaan dalam melakukan pekerjaan. Kemudian, tidak mencampurkan akun pribadi dengan akun perusahaan dalam satu aplikasi di gawai. Ini memperbesar kemungkinan kebocoran data.

Paling penting, pastikan agar informasi seperti password akun medsos dan strategi marketing tidak diketahui pihak luar sehingga disalahgunakan. Untuk itu, aktifkan two-factor authentication agar tidak sembarang orang bisa mengakses akun medsos perusahaan.

Menjaga Reputasi Perusahaan atau Brand

Media sosial menjadi semacam wajah pertama sebuah brand atau instansi. Jika tampilannya tampak profesional, elegan, atau menghibur, orang akan mudah tertarik pada apa yang disajikan di akun tersebut.

Dan admin medsos adalah orang yang terhubung dengan warganet sehingga wajah dari sebuah brand juga bisa diketahui dari apa yang disampaikannya. Maka, admin medsos sangat perlu untuk menjaga reputasi atau nama baik brand dengan ketikan atau nada bicara yang baik.

Dalam beberapa hal, admin medsos juga perlu menjaga reputasi perusahaan/brand jika terjadi sesuatu yang buruk berhubungan dengan perusahaan/instansi tersebut. Misalnya, salah satu karyawan/talent terkena kasus yang kemungkinan menyeret nama perusahaan/instansi.

Admin medsos juga bisa menyampaikan atau membuat konten tentang sikap perusahaan/instansi mengenai kasus tersebut. Upayakan agar hal itu tersampaikan dengan baik dan mudah dimengerti warganet/masyarakat umum.

Kreatif dan Prinsip Palugada Jadi Kebutuhan Admin Medsos

Tugas seorang admin medsos tidaklah sederhana. Mereka perlu memiliki kemampuan dasar hampir untuk semua bidang. Oleh karenanya, prinsip palugada (tiap lu butuh, gua ada) lekat dengan admin medsos, meski tidak semua perusahaan akan menuntut mereka dengan tugas-tugas multitasking.

Kemampuan yang paling tidak harus dimiliki seorang admin medsos, baik untuk perusahaan maupun instansi, adalah komunikasi yang baik. Skill ini tidak dimiliki setiap orang. Karena media sosial berkaitan dengan banyak orang, keterampilan ini sangat dibutuhkan.

Komunikasi yang baik artinya bisa dilakukan dengan berbagai medium. Namun, umumnya, seorang admin medsos perlu mampu berkomunikasi dengan baik melalui tulisan.

Kedua, yakni kreatif. Berpikir cerdas dan kreatif sangat dibutuhkan seorang admin medsos. Ini kaitannya dengan produksi konten dan mempelajari pasar.

Ketiga, seorang admin medsos juga bisa melakukan pekerjaan seperti mendesain dan editing dengan level standard. Ini akan mempermudah dalam memproduksi konten. Namun, tidak semua admin medsos diharuskan menguasai keterampilan ini.

Paling penting, yakni kemampuan analisis yang baik. Analisis sangat diperlukan untuk mengetahui performa sebuah akun media sosial. Dengan menganalisisnya, admin medsos dapat melakukan perbaikan jika dibutuhkan.

Pundi-Pundi Uang dari Profesi Admin Medsos

Gaji seorang admin medsos bisa sangat beragam, bergantung pada besar/kecilnya perusahaan/instansi atau pada tugas yang perlu dikerjakan. Idealnya, semakin besar perusahaan/instansi dan semakin banyak tugasnya, semakin besar gaji yang diterima.

Laman pencarian kerja seperti Jobstreet telah merangkum gaji bulanan rata-rata untuk pekerjaan Social Media Manager atau admin medsos di Indonesia. Rata-rata, kisaran gajinya berada di angka sekitar Rp5.750.000 hingga Rp8.750.000.

Namun, angka tersebut masih merupakan angka rata-rata. Seorang admin medsos bisa saja mendapatkan gaji lebih rendah dari itu, disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) tempatnya bekerja. Kendati demikian, hal itu tidak menutup kemungkinan seorang admin medsos juga bisa mendapat gaji lebih tinggi dari itu.

Baca juga artikel terkait SC BOLD atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Side Job
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Iswara N Raditya