Survei Charta Politika: Peluang PSI Lolos ke Parlemen Makin Lebar

Oleh: Felix Nathaniel - 4 April 2019
Menurut hasil survei Charta Politika, posisi PSI berada di peringkat 10 di antara partai lainnya.
tirto.id -
Survei Charta Politika Indonesia terbaru, Partai Solidaritas Indonesia mendapatkan elektabilitas 2,2 persen.

Angka ini semakin tinggi jika dibandingkan survei dari lembaga lain seperti Indikator Politik Indonesia.

Menurut hasil survei Charta Politika, posisi PSI berada di peringkat 10 di antara partai lainnya.

PSI bahkan berada di atas Partai Perindo yang mempunyai banyak saluran kampanye melalui media massa.

Meski ambang batas parlemen sebesar empat persen, survei Charta memiliki margin of error lebih kurang 2,19 persen. Hal ini membuat kemungkinan PSI masuk ke parlemen masih terbuka.

"Kalau dilihat (dari itu), empat partai ini punya kesempatan lolos," tutur Direktur Riset Charta Politika Muslimin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Hasil survei Charta juga mencatat ada responden yang tidak menentukan pilihan sebesar 11,7 persen.

Muslimin menambahkan, jika mampu memanfaatkan faktor responden yang belum menentukan pilihan maka PSI, PAN, PPP, Perindo bisa menggunakan kesempatan yang ada untuk menggaet suara demi meningkatkan elektabilitas.

"Saya kira empat partai ini punya peluang lolos dengan catatan partai ini mampu mengambil sisa suara," tegas Muslimin.

Ketua Tim Kampanye PSI, Andy Budiman percaya diri partainya bisa menembus ambang batas parlemen.

Menurutnya, pemilih semakin bertambah karena banyak yang senang dengan ketokohan Ketua Umum PSI Grace Natalie.

"Kami yakin apa yang kami alami saat ini hasil komunikasi yang efektif. Antara lain orang memilih PSI karena figur ketua umum kami Grace Natalie," tegas Andy di lokasi yang sama.

Namun hasil survei Charta justru menunjukan responden yang memilih PSI banyak yang memakai alasan tidak jelas.


Baca juga artikel terkait PSI atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight