tirto.id - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle terhadap susunan Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026). Pada reshuffle kali ini, jabatan Menteri Keuangan yang sebelumnya diduduki oleh Purbaya Yudhi Sadewa diganti menjadi Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Di tilik dari latar belakang almamaternya, jabatan Menteri Keuangan kembali diduduki oleh lulusan Universitas Indonesia. Berdasarkan laman resmi Kementerian Keuangan, Suahasil meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI) pada 1994.
Kemudian, Suahasil melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science pada 1997. Dia juga menyelesaikan program doktoral di University of Illinois at Urbana-Champaign dan meraih gelar Doctor of Philosophy di bidang ekonomi pada 2003.
Sebelum berkiprah di pemerintahan, Suahasil memulai kariernya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Kemudian, pada 2009, dia meraih gelar Guru Besar di bidang Ilmu Ekonomi.
Suahasil menjadi alumni Universitas Indonesia yang kembali mendapat jabatan Menteri Keuangan.
Selain Suahasil, siapa saja Menteri Keuangan di era Pascareformasi 1998 yang merupakan alumni Universitas Indonesia?
Sri Mulyani
Sri Mulyani memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari UI pada 1986. Dia lalu melanjutkan pendidikannya di University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat, hingga mendapatkan gelar Master of Science of Policy Economics pada 1990. Dua tahun kemudian, dia meraih gelar Ph.D. in Economics dari kampus yang sama.
Sri Mulyani memulai kariernya di pemerintahan sejak era Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan untuk periode 2005-2010.
Di masa itu, Sri Mulyani fokus pada kebijakan penguatan pengelolaan anggaran dan disiplin fiskal hingga penanganan dampak krisis keuangan global 2008.
Sri Mulyani kembali menjadi Menteri Keuangan pada periode 2016-2025 di era Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Sri Mulyani kemudian dipilih Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan yang sama di awal masa pemerintahannya. Pada 9 September 2025, Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Kebijakan mencolok yang diusung Sri Mulyani pada era Prabowo adalah efiensi anggaran serta berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat.
Muhamad Chatib Basri
Menteri Keuangan RI periode 2013 - 2014, Muhamad Chatib Basri, juga merupakan lulusan Universitas Indonesia dan pernah dinobatkan sebagai The Most Outstanding Student di tingkat fakultas dan universitas.
Kemudian, Chatib mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya dan mendapatkan gelar pascasarjana dalam bidang ekonomi pembangunan dari Australian National University pada 1996. Dia juga meraih gelar Ph.d dalam bidang ekonomi dari universitas yang sama pada 2001.
Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini sempat menangani masalah defisit transaksi berjalan dan gejolak rupiah. Pasalnya, pada 2013, Indonesia mengalami pelebaran defisit transaksi berjalan akibat tingginya impor BBM dan defisit perdagangan migas.
Bambang P.S. Brodjonegoro
Menteri Keuangan lain yang merupakan lulusan Universitas Indonesia adalah Bambang P.S. Brodjonegoro. Dia menjabat pada periode 2014-2016 di era Joko Widodo.
Bambang penempuh pendidikan sarjana di bidang ekonomi pembangunan dan ekonomi regional pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1985-1990.
Kemudian, Bambang melanjutkan pendidikan di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master pada 1995. Gelar Ph.D diraihnya dari universitas yang sama pada Agustus 1997.
Salah satu kebijakan paling besar di masa jabatan Bambang adalah UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) yang disahkan DPR pada Juni 2016.
Agus D.W. Martowardojo
Menteri Keuangan lulusan UI lain adalah Agus D.W. Martowardojo yang menjabat pada 2010-2013 di pemerintahan Presiden SBY.
Agus menempuh pendidikan sarjana di FE UI dan mendapatkan gelar sarjananya pada 1984. Kemudian, dia juga mengikuti beberapa program pendidikan di bidang perbankan, seperti di State University of New York dan Stanford University di Amerika, lantas melanjutkan ke Institute Banking & Finance di Singapura.
Kebijakan fenomenal Agus saat menjabat sebagai Menteri Keuangan adalah reformasi pajak, mengusulkan pemberlakuan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) secara selektif pada 2011, dan mengusulkan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id



































