Menuju konten utama

Sri Mulyani Siap Lanjutkan Agenda Pembangunan Indonesia

Dengan jabatan Menteri Keuangan yang kembali ia emban, Sri Mulyani menyatakan kesiapannya melanjutkan program pembangunan pemerintah dalam penyediaan layanan yang lebih baik bagi warga miskin dan masyarakat keseluruhan. Tak hanya itu, Sri juga akan bekerja sama dengan Bank Dunia guna mengentas kemiskinan dan pembagian kesejahteraan.

Sri Mulyani Siap Lanjutkan Agenda Pembangunan Indonesia
Menteri Keuangan Kabinet Kerja Jokowi - JK, Sri Mulyani. Tirto/Andrey Gromico.

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan siap meneruskan program pembangunan pemerintah guna memberikan pelayanan yang lebih memadai bagi warga kurang mampu dan masyarakat secara keseluruhan.

"Saya akan melakukan segala upaya untuk mendorong agenda pembangunan Indonesia, dengan tujuan penyediaan layanan yang lebih baik bagi warga miskin dan memastikan masyarakat bisa memperoleh manfaat dari ekonomi yang berkembang," kata Sri Mulyani dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Menjabat kembali sebagai Menteri Keuangan merupakan kehormatan besar bagi Sri Mulyani, karena bisa melayani pemerintahan saat ini.

Tak hanya siap melanjutkan program reformasi yang telah berjalan dengan baik, ia juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan berkarir selama enam tahun di Bank Dunia yang terus berkomitmen kepada pengentasan kemiskinan dan pembagian kesejahteraan.

Untuk itu, Sri Mulyani mengaku siap bekerja sama dengan Bank Dunia maupun lembaga multilateral lainnya untuk menjawab berbagai tantangan maupun persoalan dalam pembangunan.

"Meskipun lembaga multilateral dianggap kurang populis di berbagai dunia, keberadaannya tetap dibutuhkan. Saya tetap berkomitmen terhadap prinsip tersebut dan siap bekerja sama dengan mitra untuk mengatasi tantangan besar," katanya.

Sri Mulyani Indrawati kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro, setelah sebelumnya pernah mengemban tugas tersebut pada periode 2005-2010.

Wanita kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962 ini mulai berkarir di pemerintahan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid I.

Sri Mulyani Indrawati menempati posisi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar pada 2005, dan merangkap sebagai pelaksana tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Boediono menjadi Gubernur Bank Indonesia pada 2008.

Sri Mulyani kembali menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, namun hanya beberapa bulan menjabat, karena mengundurkan diri pada Mei 2010 untuk mengisi posisi sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Mantan pengamat ekonomi ini menjadi pelopor reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan dan pernah mengawal pelaksanaan sunset policy pada 2008, sehingga penerimaan pajak tercapai.

Sebelumnya, lulusan Master of Science of Policy Economics dan PhD of Economics dari University of lllinois Urbana Champaign, Amerika Serikat ini pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-UI).

Mantan Direktur Eksekutif IMF ini pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia dari Majalah Emerging Markets pada 2006, dan terpilih sebagai wanita berpengaruh ke 23 dunia versi Majalah Forbes pada 2008.

Baca juga artikel terkait EKONOMI

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari