tirto.id - Willgo Zainar resmi ditunjuk jadi Direktur Utama PT Krakatau Steel yang baru pada Senin (7/9/2026). Ia ditunjuk para pemegang saham untuk menggantikan Muhammad Akbar Djohan. Berikut latar belakang dan kekayaan Willgo Zainar.
Perubahan susunan direksi PT Krakatau Steel tersebut sebelumnya diresmikan melalui mekanisme rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dalam rapat tersebut, perombakan dilakukan untuk jajaran direksi dan komisaris BUMN bidang pengolahan baja tersebut.
Pada Selasa (8/9), pihak perusahaan telah mengumumkan perubahan tersebut. Hal itu disampaikan melalui akun Instagram resmi perusahaan, @krakatau.steel.
“Selamat bertugas kepada Jajaran Direksi dan Komisaris yang baru,” tulis pernyataan Krakatau Steel.
Willgo sendiri merupakan politikus Partai Gerindra. Dalam satu dekade terakhir, Willgo ditunjuk untuk menjadi petinggi sejumlah BUMN, termasuk Krakatau Steel.
Profil Willgo Zainar dan Kekayaannya
Willgo Zainar dikenal sebagai politisi. Sebelum kini menjadi petinggi BUMN, ia merupakan mantan anggota DPR RI. Pengaruh politiknya bermula dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Willgo merupakan politisi yang berasal dari Kota Mataram, NTB. Ia sempat menjadi anggota DPR RI pada periode 2014-2019 lalu. Kala itu, dalam Pemilu 2014, ia memperoleh cukup suara untuk mewakili Dapil I NTB di Senayan.
Saat menjadi anggota legislatif, Willgo adalah kader Gerindra. Partai bikinan Prabowo Subianto itu menjadi kendaraannya untuk meraih pengaruh politik di NTB. Ia juga pernah menjadi Dewan Pimpinan Daerah Gerindra NTB.
Di luar dunia politik, Willgo dikenal sebagai pengusaha. Salah satu perusahaan yang dikaitkan dengan Willgo adalah PT Nusa Terang Benderang Power.
Pada 2019, Willgo kembali mencoba peruntungannya dalam pemilu. Kala itu ia turut mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk kedua kalinya. Namun, ia gagal mendapatkan suara yang cukup untuk tetap berada di Senayan.
Usai tal lagi jadi anggota DPR untuk periode kedua, Willgo sempat mendaftarkan diri sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Saat itu, ia menjadi calon yang diusulkan DPD. Namun, Willgo tak lolos uji kelayakan dan kepatutan.
Memasuki dekade 2020, karier Willgo berubah. Dari yang semula jadi pejabat lembaga negara, kariernya bergeser jadi pejabat BUMN.
Hal itu terjadi pada 2021 lalu. Willgo ditunjuk sebagai Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia (Persero). Jabatan itu diembannya sampai 2024, sebelum kemudian ditunjuk sebagai Plt. Direktur Utama pada tahun tersebut.
Sejak itu, kariernya terus berlanjut di perusahaan milik negara lainnya. Dari PT PAL, Willgo kemudian beralih ke PT Krakatau Steel. Hal itu terjadi pada akhir 2024.
Di Krakatau Steel, Willgo semula menjabat sebagai komisaris independen. Jabatan ini kemudian berakhir pada September 2026. Dari kursi komisaris, pemegang saham PT Krakatau Steel menunjuk Willgo sebagai direktur utama perusahaan tersebut.
Seturut dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Willgo merupakan seorang miliarder. Dalam dokumen LHKPN terbaru, Willgo melaporkan kepemilikan aset senilai Rp14.101.200.808 selama 2025 lalu.
Total kekayaan itu terdiri dari sejumlah aset. Kekayaan terbesar Willgo berasal dari aset tanah dan bangunan, ia memiliki lima aset yang tersebar di Semarang, Mataram, dan Jakarta Selatan dengan total nilai Rp10,1 miliar.
Kemudian, Willgo juga memiliki dua aset kendaraan dengan total nilai mencapai Rp1.275.000.000. Setelah itu, ia juga melaporkan kepemilikan harta begerak lainnya senilai Rp108.104.094, surat berharga senilai Rp1,8 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp881.237.714. Ia juga memiliki utang senilai Rp63.141.000.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id







































