tirto.id - Sosok Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki asal Magelang, menjadi perhatian setelah dilaporkan hilang di Gunung Slamet. Remaja 18 tahun itu tidak kembali usai mendaki melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Pemalang, Jawa Tengah.
Syafiq pergi bersama temannya berangkat pada Sabtu (27/12/2025) dan berencana pulang keesokan harinya. Namun, kedua tidak juga turun hingga akhirnya dilakukan pencarian oleh tim SAR.
Setelah mendapat laporan, Basarnas Semarang yang dibantu relawan segera menurunkan sekitar 70 personel. Mereka menyisir sejumlah titik rawan di jalur pendakian Gunung Slamet.
Hingga hari ke-11, Syafiq belum ditemukan dan pencarian masih berlanjut. Tim SAR menyisir pos pendakian hingga aliran air di dekat puncak sebagai lokasi terakhir korban terlihat. Keluarga korban turut memantau proses pencarian yang terus dilakukan.
Kisah di Balik Hilangnya Syafiq di Gunung Slamet
Akun Instagram @mountnesia mengungkap kisah di balik hilangnya Syafiq Gunung Slamet. Dalam keterangan unggahan tersebut, disebutkan pesan singkat WhatsApp dari Syafiq kepada ibunya, Utari" mengabari sedang mendaki Gunung Slamet.
Informasi tersebut diketahui berbeda dengan izin awal yang sebelumnya disampaikan Syafiq kepada keluarganya. Semula Syafiq mengaku hendak mendaki Gunung Sumbing.
Saat mengabari ibunya, Syafiq turut menyertakan foto basecamp pendakian. Ia pergi bersama temannya, Himawan Choidar Bahran.
Sayfiq dan Himawan berangkat pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya merencanakan pendakian tektok naik dan turun di hari yang sama, dengan target kembali pada Minggu. Namun hingga waktu yang direncanakan, Syafiq tidak memberikan kabar lanjutan.
Ponsel Syafiq diketahui sudah tidak aktif. Ayahnya, Dhani Rusman, berusaha menemukan nomor kontak tiap basecamp satu per satu secara daring. Dari pencarian ini diketahui, Syafiq dan Himawan mendaki lewat Dipajaya, Pemalang.
Meski sempat sedikit tenang karena petugas posko mengatakan kemungkinan Syafiq ikut bersama pendaki lain, namun Dhani masih cemas. Sebab, anaknya tidak membawa bekal makanan untuk bermalam.
Senin (29/12/2025), Dhani mendatangi posko dan tim penyelamat mulai bergerak. Tim SAR kemudian menemukan Himawan dalam kondisi lemas di Pos 9 dengan kaki terkilir.
Syafiq ternyata memutuskan untuk turun lebih dulu untuk mencari bantuan bagi temannya. Himawan mengatakan, kondisi kaki Syafiq juga sempat mengalami kram. Dari sinilah, jejak Syafiq belum diketahui dan masih dalam pencarian.
Syafiq Ridhan Ali Razan adalah Dhani Rusman yang merupakan ASN di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang. Mereka tinggal di Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.
Fakta-fakta Seputar Pendakian Syafiq
Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai pendakian yang dilakukan oleh Syafiq. Fakta-fakta tersebut antara lain:
1. Pendakian Tektok via Jalur Dipajaya
Syafiq mendaki Gunung Slamet bersama Himawan Choidar Bahran melalui jalur Dipajaya, Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya merencanakan pendakian sistem tektok tanpa bermalam.2. Tidak Kembali Sesuai Rencana
Sampai Minggu, (28/2025) malam, Syafiq dan Himawan tidak kembali ke basecamp. Pengelola basecamp kemudian melakukan pengecekan data pendaki dan jalur. Dari hasil pemeriksaan, Syafiq tercatat belum turun.3. Himawan Ditemukan Lebih Dulu
Pada Senin (29/12/2025), tim SAR menemukan Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak. Ia berada dalam kondisi lemas dengan kaki terkilir. Kepada petugas, Himawan menyebut Syafiq sempat turun lebih dulu untuk mencari bantuan.4. Ayah Korban Ikut dalam Pencarian
Basarnas memberi izin khusus kepada ayah korban, Dhani Rusman, untuk ikut dalam tim pencarian. Berdasarkan informasi lapangan, Syafiq diduga keluar dari jalur resmi di rentang Pos 3 hingga Pos 5. Area tersebut dikenal pendaki Gunung Slamet memiliki medan curam, jurang, dan semak rapat.5. Petunjuk Papan Pesan di Puncak
Satu-satunya petunjuk yang ditemukan adalah papan kayu bertuliskan pesan yang diduga milik Syafiq. Papan tersebut ditemukan di dalam jaket Himawan dan diketahui dibawa untuk berfoto di puncak. Temuan ini menguatkan bahwa Syafiq sempat mencapai area atas Gunung Slamet.6. Pencarian Melibatkan 70 Personel Gabungan
Basarnas Semarang mengerahkan sekitar 70 personel gabungan dari SAR dan relawan berkualifikasi. Tim dibagi untuk menyisir Pos 3 hingga Pos 5 ke bawah serta melakukan penyapuan di area batas vegetasi dekat puncak. Lokasi pencarian ditentukan berdasarkan kesaksian rekan korban.7. Syafiq Kram Sebelum Tersesat
Berdasarkan keterangan Himawan, Syafiq sempat mengalami kram otot sebelum keduanya terpisah. Kondisi tersebut diduga menghambat pergerakannyaPembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Pendakian dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




























