Sosok BJ Habibie di Mata Para Aktivis 1998 dan Rekan Sejawat

Oleh: Gilang Ramadhan - 12 September 2019
Dibaca Normal 2 menit
Habibie berjasa memimpin Indonesia melewati masa transisi krusial pada akhir 1990-an. Bagaimana sosok Habibie di mata aktivia 1998 dan koleganya?
tirto.id - Wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggalkan duka mendalam. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari hingga Sabtu (14/9/2019) mendatang. Semua kantor lembaga negara, perwakilan negara sahabat, hingga pemerintah daerah diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang.

Habibie berjasa memimpin Indonesia melewati masa transisi krusial pada akhir 1990-an. Aktivis gerakan mahasiswa angkatan 1998 yang kini menjadi anggota DPR RI, Masinton Pasaribu menilai Habibie telah meninggalkan warisan yang baik bagi pemerintahan berikutnya.

"Beliau adalah tokoh bangsa yang turut mengantarkan transisi demokrasi Indonesia secara damai," kata politikus PDIP itu lewat akun Twitter pribadinya, Rabu (11/9/2019) malam.

Dengan status pengganti HM Soeharto sebagai Presiden ketiga RI, Habibie mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang yang sejalan dengan semangat reformasi. Habibie melakukan tugasnya dengan baik untuk mengubah arah politik Indonsia yang sebelumnya serba tertutup, anti-demokrasi, totaliter, dan abai Hak Asasi Manusia (HAM).

Senada dengan Masinton, aktivis reformasi yang kini menjabat anggota DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa mengenang Habibie sebagai cermin demokrasi yang mengakui adanya perbedaan. Ia menganggap Habibie sebagai pahlawan dan putra terbaik bangsa.

Menurut Desmond, Habibie beperan dalam pembebasan sejumlah tahanan politik (Tapol) yang menentang pemerintahan Orde Baru. Tapol yang dibebaskan misalnya Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan.

"Setelah Habibie menjadi presiden, tindakan dia yang monumental adalah menyatakan bahwa penjara itu tempat kriminal, politik tidak masalah bagi dia. Jadi tapol-tapol dibebaskan sama dia," kata Desmond kepada Tirto, Kamis (12/9/2019).


Inspirator bagi Kemajuan Indonesia


Selain berjasa memimpin Indonesia di masa transisi, Habibie memberi visi bahwa jalan bagi kemajuan Indonesia terbuka lebar lewat penguasaan teknologi seperti penerbangan. Eks tahanan politik Orde Baru yang kini menjadi Anggota DPR RI, Budiman Sudjatmiko menilai Habibie merupakan satu dari sedikit ilmuwan yang mau terjun ke dunia politik, bahkan menjadi presiden.

"Pak Habibie adalah 1 dari sedikit saintis yang mau terjun politik & bahkan jadi kepala negara/pemerintahan. Saintis yang lain adalah Angela Merkel (fisikawan). Einstein aja saat ditawari jadi Presiden Israel menolak. Gak berani. Ada lagi?" tulis Budiman dalam akun Twitter pribadinya.

Sosok Habibie yang inspiratif juga diakui Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri. Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengatakan Habibie berperan sebagai inspirator bagi bangsa Indonesia.

"Bangsa Indonesia kehilangan sosok pemimpin inspiratif yang tidak pernah mengenal lelah memberikan semangat dan inspirasi agar putra-putri Indonesia berjuang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kunci kemajuan bangsa," kata Megawati lewat keterangan tertulis, Rabu (11/9/2019).

Megawati menilai Habibie mewariskan semangat kepada seluruh elemen bangsa untuk sadar pada pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai syarat penting kemajuan bangsa.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto juga mengenang Habibie sebagai Bapak Teknologi Republik Indonesia, arsitek yang menyambungkan hulu dan hilir perteknologian di Indonesia.

"Beliau inilah saya kira merupakan pelopor dari kemajuan teknologi di Indonesia. Sampai klimaksnya, beliau mampu mendirikan industri pesawat terbang," kata Wiranto, Rabu malam.


Mantan Panglima ABRI itu menyatakan Habibie sebagai pendorong kemajuan teknologi dirgantara Indonesia. Wiranto mengenang ketika dia menjabat sebagai Menhankam/Pangab kala mendampingi Habibie sebagai presiden.

"Beliau juga seorang demokrat sejati. Beliau berhasil keluar dari stigma orde baru, masuk dalam suatu peralihan yang sangat sulit. Beliau bisa meyakinkan ke publik bahwa beliau sungguh-sungguh ingin membangun satu demokrasi baru di Indonesia," kata Wiranto.

Politikus Golkar Akbar Tandjung juga mengenang Habibie sebagai tokoh yang memiliki komitmen kuat dalam membangun bangsa. Akbar merupakan Menteri Sekretaris Negara di era pemerintahan Habibie.

"[Habibie] mantan presiden yang mempunyai komitmen yang amat kuat untuk memajukan Indonesia," ujar Akbar di RSPAD.

BJ Habibie meninggal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05 WIB. Habibie sempat dirawat intensif di Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD.

Habibie dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, 12 September 2019. Presiden Jokowi sebagai inspektur upacara memimpin pemakaman Presiden ke-3 RI tersebut.

Baca juga artikel terkait BJ HABIBIE atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Humaniora)

Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight