Menuju konten utama

Sosok Ahmad Husein & Alasan Demo Pati Jilid 2 Terancam Batal

Simak sosok Ahmad Husein, salah satu koordinator demo di Pati yang membatalkan aksi turun ke jalan. Simak pula alasan Demo Pati Jilid 2 terancam batal.

Sosok Ahmad Husein & Alasan Demo Pati Jilid 2 Terancam Batal
Ahmad Husein, salah satu koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. TikTok/cybeer94

tirto.id - Ahmad Husein merupakan salah satu koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), yang menginisiasi unjuk rasa di Pati. Husein sebelumnnya juga menginisiasi demo di Pati jilid 2 pada Senin (25/8/2025), setelah demo pertama berlangsung pada Rabu (13/8/2025).

Namun rencana demo jilid 2 di Pati terancam batal. Ini setelah Ahmad Husein mengumumkan mundur dari AMPB dan membatalkan ajakan untuk turun ke jalan.

Sebelumnya, Ahmad Husein mengajak masyarakat Pati untuk kembali menggelar demonstrasi di sekitaran Gedung DPRD dan Kantor Bupati Kabupaten Pati melalui akun TikTok-nya, @cybeer94.

"Seluruh warga pati, masyarakat, ayo kita bersatu lagi, ayo kita bersatu lagi. Jangan lupa, besok tanggal 25 kita bersatu lagi," katanya pada Senin (18/8).

Alasan Demo Pati Jilid 2 Terancam Batal

Selang sehari setelah mengumumkan ajakan itu, pada Selasa (19/8) Ahmad Husein justru membatalkan rencananya melalui live akun TikTok-nya.

"Ya mohon maaf semuanya. Saya bukan pahlawan dan saya bukan gimana-gimana. Dari sini saya enggak dapat apa-apa ya, saya mohon maaf, tanggal 25 saya tidak bisa jalan. Dan saya tetap mengundurkan diri, terima kasih teman-teman semuanya, kemarin sudah berjuang bareng," tutur Ahmad Husein.

Hal itu disampaikan Ahmad Husein seiring beredarnya foto dirinya bersama dengan Bupati Pati, Sudewo, di media sosial. Foto tersebut beredar bersamaan dengan rekaman wawancaranya dengan sejumlah wartawan.

Dalam rekaman wawancara itu, ia membenarkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Sudewo dan tidak lagi menjadi bagian Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Menurutnya, gerakan AMPB telah disusupi oleh kepentingan politik tertentu sehingga melenceng dari tujuan awal dibentuknya gerakan itu.

"Pertimbangannya, semakin saya lihat, orang-orang itu semakin melenceng jauh. Kayak-kayak ditunggangi politik," katanya.

Ia juga menyatakan sudah tidak lagi menyuarakan pemakzulan Sudewo sebagai Bupati Pati. Keputusan ini ia lakukan setelah ia merasa politikus Gerindra itu sudah mendengarkan semua aspirasinya dan menyanggupinya.

Sosok Ahmad Husein Ketua AMPB & Perannya di Demo Pati

Sosok Ahmad Husein sebelumnya jadi pembicaraan warganet, usai dirinya dan koordinator lain turut terlibat adu mulut dengan Plt Sekretaris Daerah Pemkab Pati, Riyoso.

Dalam video yang beredar, Ahmad Husein dan koordinator lainnya menolak penyitaan donasi warga oleh Riyoso dan Satpol-PP. Peristiwa adu mulut terjadi setelah rombongan Plt Sekda dan Satpol-PP tiba di lokasi pendirian posko donasi di kawasan Alun-alun Kabupaten Pati.

Rombongan tersebut berniat memindahkan posko, lengkap dengan barang dan uang donasi warga Pati yang diperuntukkan sebagai persiapan demonstrasi. Ketika barang-barang hasil donasi diangkut Satpol-PP, Ahmad Husein bersama koordinator aksi lainnya, kemudian menolak dan terlibat adu mulut dengan Plt Sekda Riyoso.

Donasi tersebut merupakan bagian dari gerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang digagas, salah satunya, oleh Ahmad Husein. Gerakan ini muncul sebagai wadah bagi respons publik atas ungkapan Bupati Pati, Sudewo, yang mengungkapkan bahwa dirinya tak gentar didemo ribuan orang.

Pernyataan itu muncul usai rencana kebijakan menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen yang dicanangkan Sudewo, mendapat penolakan masyarakat setempat.

Alih-alih merespons penolakan dengan dialog, sebuah video memperlihatkan Sudewo menyatakan tak akan gentar jika akan didemo ribuan masyarakat dan tak akan membatalkan rencana itu.

Karena ungkapan kontroversial itulah, Ahmad Husein melalui AMPB menginisiasi demonstrasi pada 13 Agustus 2025 lalu. Demonstrasi ini diikuti ribuan masyarakat Pati dan menjadi perhatian nasional.

Dalam demonstrasi itu, Ahmad Husein dan massa aksi lainnya menyuarakan pelengseran Bupati Pati, Sudewo. Sejumlah fasilitas kantor bupati rusak setelah demonstrasi berakhir ricuh.

Meskipun desakan untuk mengundurkan diri ditolak Sudewo, namun aksi pada 13 Agustus itu membuat DPRD Kabupaten Pati menggelar sidang paripurna dan memutuskan untuk membuat panitia khusus hak angket guna menjajaki pemakzulan Sudewo sebagai Bupati Pati.

Demonstrasi pada 13 Agustus itu sempat membuat sejumlah politikus turut buka suara, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hingga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Akan tetapi, belakangan internal gerakan AMPB pecah. Ahmad Husein keluar dari aliansi dan membatalkan ajakan untuk demonstrasi pada 25 Agustus mendatang.

Sementara AMPB menyatakan akan tetap mengawal proses hak angket yang dilakukan DPRD guna melengserkan Sudewo. Meski Husein, sang inisiator aksi, memilih mundur dari aliansi.

"Untuk [demo] tanggal 25 itu bukan inisiasi dari kami di sini [Aliansi Masyarakat Pati Bersatu]. Itu inisiasi pribadi dari Mas Husein," kata satu koordinator aliansi, Teguh Istiyanto.

"[Namun] kemarin setelah meminta Pak Sudewo untuk mengundurkan diri tetapi tidak mau, maka kita bergeser ke DPRD," jelas Teguh.

Baca juga artikel terkait BUPATI PATI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan