tirto.id - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta agar tidak mengaitkan mundurnya pengumuman kuota haji 2026 untuk Indonesia dengan adanya indikasi masalah dalam penyelenggaraan haji. Cucun menegaskan yang berwenang mengumumkan kuota haji 2026 untuk Indonesia adalah Arab Saudi.
“Jangan dikaitkan sekarang Indonesia belum dapat kuota karena problematika haji atau segala macam, yang mengumumkan pemerintah (Arab) Saudi,” kata Cucun, saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/7/2025).
Cucun mengatakan kuota haji belum juga dibagikan di luar kendali pemerintah Indonesia. Dia juga membantah adanya indikasi pengurangan kuota haji untuk Indonesia.
Cucun menjelaskan seluruh negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dipastikan akan mendapat jatah kuota hajinya masing-masing. Hal tersebut tentunya menunggu pembagian resmi dari pemerintah Arab Saudi.
“Jadi, jangan dikaitkan bahwa Indonesia enggak dikasih kuota, enggak. Seluruh negara OKI akan menerima tembusan bahwa sekarang Indonesia dapat berapa, kemudian Mesir dapat berapa, Jordan dapat berapa, Qatar dapat berapa. Semua negara OKI akan menerima tembusan pengumuman kuota haji,” ucap Cucun.
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak, membantah alasan kuota haji 2026 untuk Indonesia belum juga diumumkan akibat adanya pengurangan kuota dari pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, pemerintah Arab Saudi memastikan bahwa mereka tidak akan melakukan pemangkasan terhadap kuota haji untuk Indonesia.
“Enggak, jadi pengurangan kuota itu kan sudah disampaikan oleh kementerian saudi, tidak akan mereka lakukan,” kata Dahnil ditemui di Ruang Fraksi PKS DPR RI, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Dahnil pun mengakui, BP Haji, sampai saat ini, tidak mengetahui penyebab Arab Saudi belum memberikan pemberitahuan terkait berapa jumlah kuota haji untuk Indonesia. Namun, Dahnil mengatakan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, akan mengunjungi Indonesia pada Agustus 2025.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































