Menuju konten utama

Situasi Gunung Merapi Hari Ini 6 Juli 2022: 17 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 17 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 mm dan lama gempa 52.2-129.3 detik.

Situasi Gunung Merapi Hari Ini 6 Juli 2022: 17 Kali Gempa Guguran
Luncuran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/2/2022).ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

tirto.id - Kondisi Gunung Merapi hari ini, Rabu, 6 Juli 2022 berdasarkan periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB mengalami 17 kali gempa guguran dan 1 kali gempa hybrid/fase banyak.

Seperti dilaporkan laman resmi magma.esdm.go.id, masyarakat masih diminta agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya terkait kondisi Gunung Merapi.

Sebab, sampai saat ini, gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu masih dinyatakan Siaga Level III.

Aktivitas Gunung Merapi

Gunung api Merapi terletak di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.542°LU, Longitude 110.442°BT dan memiliki ketinggian 2968 mdpl.

Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat.

Klimatologi

Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 22.5-24°C. Kelembaban 73-78%. Tekanan udara 654-687 mmHg.

Pengamatan Kegempaan

  • 17 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-25 mm dan lama gempa 52.2-129.3 detik.
  • 1 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.56 detik dan lama gempa 11.4 detik.

Rekomendasi

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Baca juga artikel terkait GUNUNG MERAPI atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya